India Jatuhi Hukuman Seumur Hidup 11 Orang Pembunuh Muslim Gujarat

Suasana kerusuhan Gujarat India
Suasana kerusuhan Gujarat India

kicknews.today New Delhi, – Pengadilan India, Jumat (17/6), memvonis seumur hidup 11 warga Hindu, yang membunuh puluhan Muslim dalam pembantaian paling terkenal pada 2002, kerusuhan Gujarat, yang mengguncang India pada waktu Perdana Menteri Narendra Modi menjabat menteri negara.

Pengadilan menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara pada 12 orang lain atas pembunuhan 69 Muslim, sementara yang lain divonis hukuman 10 tahun, kata jaksa kepada televisi setempat setelah hukuman dijatuhkan.

Massa Hindu memanjat dinding batas perumahan Gulbarg di Ahmedabad, kota terbesar Gujarat, pada Februari 2002 sebelum membakar rumah-rumah di mana keluarga Muslim terjebak.

Beberapa korban adalah anak-anak dan perempuan yang dibakar sampai mati. Pembantaian itu adalah salah satu dari serangkaian kerusuhan yang berkobar selama dua bulan di Gujarat barat, menewaskan lebih dari 1.000 orang, sebagian besar dari mereka Muslim.

Kerusuhan itu menghalangi karir politik Modi selama bertahun-tahun setelah ia dituduh tidak berbuat cukup untuk menghentikan kekerasan.

Modi, penganut Hindu, membantah bersalah dan pada 2013, badan bentukan Mahkamah Agung mengatakan tidak ada bukti cukup untuk menuntut dia.

Pengadilan India bulan ini menghukum 24 warga Hindu untuk peran mereka dalam pembantaian warga perumahan Gulbarg dan membebaskan 36 orang yang lain. Sidang itu dimulai pada tahun 2009.

Zakia Jafri, yang suaminya dan seorang mantan legislator PartaiKongres, Ehsan, meninggal dalam kebakaran tersebut, menilai hukuman itu tidak mencukupi.

“Saya tidak puas dengan putusan ini. Saya harus mulai dari awal lagi. Ini salah,” katanya kepada media.

Jafri, yang berjuang dalam apa yang mungkin menjadi pertempuran hukum terakhir untuk menyalahkan Modi, mengatakan bahwa dia melihat suaminya membuat panggilan putus asa berulang kepada polisi untuk meminta bantuan.

Ia diseret keluar dari rumah leluhurnya oleh orang-orang yang bersenjatakan pedang dan dalam beberapa menit ditelanjangi dan dibunuh, kata Jafri.

Selama lebih dari satu dasawarsa kerusuhan itu mencemari reputasi internasional Modi bahkan saat ia berkuasa di India, yang berpuncak pada kemenangan pemilihan umum tahun 2014. Amerika Serikat mencabut visa Modi pada 2005 tapi mengizinkannya kembali ke AS setelah kemenangannya. Sejak saat itu Modi mencitrakan dirinya sebagai pemimpin yang moderen, pemimpin internasional, dan melakukan banyak perjalanan. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat