Jadilah yang Pertama Tau

Hormati Bulan Ramadhan, Restoran di Mall Diminta Ikuti Aturan Pemerintah

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Kota Mataram meminta rumah makan siap saji atau restoran di mal mengikuti aturan pemerintah selama bulan Ramadhan yakni buka tutup pukul 16.00-05.00 WITA agar tidak terjadi kesenjangan antara pengusaha dan pedagang kecil.

“Yang boleh diberikan izin buka siang hanya pedagang di kawasan mayoritas nonmuslim, seperti kampung umat Hindu, Kristen atau umat lainnya,” kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Mataram H Husni Thamrin di Mataram, Rabu (15/6).

Ia mengatakan, alasan pihak pemerintah kota yang menyebutkan mal seperti Mataram Mall dan Lombok Epicentrum Mall sebagai lokasi tempat khusus dan diperbolehkan buka di luar aturan Ramadhan, tidak tepat.

“Yang datang ke mal mayoritas muslim, kalau pun ada nonmuslim dan wisatawan, persentasenya sangat kecil,” katanya.

Terkait dengan itu, Husni yang juga anggota Komisi III DPRD Kota Mataram ini meminta pihak eksekutif bisa lebih tegas dan jelas melaksanakan aturan yang sudah dibuat, apalagi Perda Nomor 11 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, sudah sangat jelas.

Husni tidak menyalahkan adanya pedagang kecil seperti pedagang kali lima (PKL) yang masih tetap buka di siang hari, karena mereka melihat dan mempertanyakan rumah makan besar yang diperbolehkan tetap buka meskipun dengan beberapa ketentuan.

“Intinya, mari kita sama-sama menghormati bulan Ramadhan ini dengan menegakkan aturan yang sudah ada tanpa pandang bulu,” katanya.

Menyinggung tentang PKL yang masih buka di siang hari, Husni mengatakan, kondisi ini selalu terjadi setiap tahun karena proses dari awal pelaksanaan aturan dari eksekutif belum tepat.

Semestinya, kata dia, sebelum pemerintah kota menyampaikan surat edaran Ramadhan, para pemilik warung, rumah makan, restoran dan sejenisnya diundang dan diberikan sosialisasi.

“Jangan hanya sebar edaran tanpa pemberian sosialisasi serta pengawasan yang kurang maksimal,” katanya.

Namun saat ini berbagai pelanggaran sudah dilakukan para pedagang, karena itu langkah yang dapat diambil adalah tindakan tegas.

“Tindakan tegas berupa penyitaan barang-barang pedagang perlu diberikan, untuk memberikan efek jera agar mereka mau menghormati bulan Ramadhan,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat