BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Diskoperindag Mataram Tegur Pedagang Gula Pasir

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menegur dan memperingatkan sejumlah pedagang gula pasir murah yang menjual di atas harga eceran tertinggi sebesar Rp13.500 per kilogram.

“Setelah kami turun, kami akui ternyata ada pedagang gula pasir yang menjual tidak sesuai kesepakatan, dengan menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) bahkan hingga Rp15.000 per kilogram,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram Uun Pujianto di Mataram, Rabu (15/6).

Pedagang beralasan, kata dia, gula pasir yang dijual di atas HET adalah stok sebelumnya yang dibeli dengan harga lebih mahal, bukan dari Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Pada Rabu (8/6), Diskoperindag bekerja sama dengan PPI menggelar operasi pasar (OP) gula pasir di empat pasar tradisional dengan harga tebus Rp12.500 per kilogram dan HET Rp13.500 per kilogram, namun kondisi di lapangan tidak seperti itu.

Padahal, total gula pasir yang telah didistribusikan di empat pasar tradisional pekan lalu sebanyak 16,5 ton ditambah lagi 6,5 ton sehingga menjadi 23 ton.

Empat pasar tradisional yang menjadi sasaran OP tersebut adalah Pasar Mandalika, Cakranegara, Pagesangan dan Pasar Kebon Roek.

“Kami sudah menegur dan memberikan peringatan kepada para pedagang, jika masih menjual di atas HET, sanksinya mereka tidak akan mendapatkan distribusi gula pasir murah dari PPI lagi,” katanya.

Pasalnya, kata dia, tujuan OP gula pasir murah ini untuk membantu meringankan beban masyarakat di bulan Ramadhan sekaligus menstabilkan harga yang saat ini harga gula pasir di pasar mencapai hinggan Rp17.000 per kilogram.

Setelah pendistribusian tahap pertama pada pekan lalu, dalam satu hingga dua hari lagi PPI kembali akan mendistribusikan tahap kedua dengan kuota sama 16,5 ton.

Rinciannya, 9,1 ton untuk sembilan pedagang di Pasar Mandalika, 5,38 ton untuk 55 pedagang di Pasar Pagesangan, 2,1 ton untuk 11 pedagang di Kebon Roek dan 500 kilogram untuk satu pedagang di Cakranegara.

“Jatah OP gula pasir murah untuk Kota Mataram dari PPI sebanyak 93 ton, karenanya OP akan dilaksanakan sampai 6 Juli 2016,” katanya.

Di sisi lain, Uun mengatakan untuk memberikan dampak yang maksimal terhadap operasi pasar gula pasir, OP tidak hanya dilaksanakan pada empat pasar tersebut melainkan dapat digelar serentak padaa 19 pasar tradisional lainnya di kota ini.

Menurutnya, kenaikan harga gula pasir disebabkan belum adanya proses penggilingan dari beberapa daerah penghasil gula pasir, karenanya diyakini harga gula pasir akan stabil setelah daerah penghasil berproduksi. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Jelang Lebaran, Warga Lombok Utara serbu Pasar Murah

  Lombok Utara – Dinas Koperasi dan Perdagangan Lombok Utara kembali menggelar pasar murah untuk ...