in ,

Pengawasan Lembar Terkesan Longgar, Polair Sisir Pengguna Penyebrangan

pemeriksaan oleh polair polda ntb
operasi penertiban oleh jajaran ditpol air polda ntb
operasi penertiban oleh jajaran ditpolair polda ntb dan saat apel persiapan oleh kasat rolda akbp dewa wijaya di pelabuhan lembar

kicknews.today Lombok Barat – Pengawasan terhadap jasa penyebrangan di pelabuhan Lembar Lombok Barat, tampak terkesan masih cukup longgar. Dari razia dan pemeriksaan yang digelar jajaran Dit Polair Polda NTB senin (13/6) tampak bahwa pengawasan terhadap para pengguna jasa penyebrangan memang terkesan cukup longgar. Bukan hanya pengawasan dari pengelola pelabuhan saja, namun juga tampak pengawasan dari sejumlah instansi terkait sepertinya juga masih minim.

Sejak sekitar pukul 22.30wita, puluhan personil dari Sat Rolda dan Subdit Gakkum Dit Polair Polda NTB menyisir satu-persatu pengguna jasa penyebrangan, baik yang akan masuk ke kapal menuju Bali maupun yang baru turun dari kapal penyeberangan.

Dir Polair Polda NTB AKBP Edwin Rachmat melalui Kasat Rolda Dit Polair Polda NTB AKBP Dewa Wijaya menjelaskan bahwa operasi yang dilakukan ini adalah menjadi salah satu tugas kepolisian, untuk memelihara kemanan dan ketertiban sekaligus menjaga agar pelabuhan lembar tidak disalahgunakan untuk jalur penyelundupan hasil laut atau tindakan melawan hukum lainnya.

“Yang kita laksanakan ini adalah operasi rutin kepolisian yang ditingkatkan, ditujukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Terutama untuk pengguna jasa pelabuhan, sekaligus sebagai tindakan antisipatif pengamanan keluar masuknya barang dan orang dari salah satu pintu NTB ini”. Kata AKBP Dewa Wijaya.

Satu persatu kendaraan yang masuk area pelabuhan diperiksa, mulai dari kendaraan roda empat hingga kendaraan angkut barang semua ukuran tak luput dari pemeriksaan. Pemeriksaan lebih difokuskan pada barang bawaan kendaraan kendaraan pengangkut serta dokumen kelengkapannya. Hasilnya 4 unit truk terpaksa diamankan sementara karena tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumennya.

“Ada yang membawa hasil bumi bukan kayu tanpa dilengkapi dokumen, ada yang membawa hasil laut yang dokumennya tidak sesuai serta ada juga yang membawa burung sama sekali tanpa surat keterangan dari balai karantina. Sementara kami tahan, dan kami akan ijinkan melanjutkan perjalanan setelah bisa menunjukkan kelengkapan dokumennya” Papar Dewa Wijaya.

jajaran anggota polair polda ntb saat memeriksa kelengkapan dokumen truk barang
jajaran anggota polair polda ntb saat memeriksa kelengkapan dokumen truk barang

Dari sepanjang proses dilaksanaknnya operasi penertiban ini, sebagian besar sopir truk tampak keberatan dengan pemeriksaan yang dilakukan terhadap barang bawaanya. Sepertinya selama berprofesi sebagai sopir truk antar pulau, baru kali ini mereka harus membuka terpal penutup bak mereka untuk diperiksa di pelabuhan.

“Operasi ini akan kami laksanakan terus, tidak hanya satu kali ini saja. akan tetapi memang akan kami jadikan operasi rutin untuk menjaga kondusifitas wilayah NTB  dari salah satu jalur pintu masuk utamanya ini.” Ungkap Kasubdit Gakkum Dit Polair Polda NTB Kompol Cahyo Dipo Alam. (hl)