BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pemprov NTB Prihatin Peristiwa Jembatan Ambruk di Lotim

Gubernur NTB H M Zainul Majdi
Gubernur NTB H M Zainul Majdi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat prihatin atas ambruknya jembatan di Kabupaten Lombok Timur sehingga menyebabkan lima orang tewas dan korban luka-luka dalam peristiwa itu.

“Gubernur NTB dan Wakil Gubernur NTB turut prihatin atas kejadian itu dan menyampaikan bela sungkawa terhadap keluarga korban yang meninggal maupun korban luka-luka dan kini masih di rawat di rumah sakit,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi di Mataram, Rabu (15/6).

Ia menuturkan, peristiwa ambruknya jembatan yang menghubungkan Desa Sekarteja dan Pancor Kabupaten Lombok Timur, Selasa (14/6) sekitar pukul 15.00 Wita itu, telah diketahui gubernur dan wakil gubernur. Namun, karena masih berada di luar daerah, gubernur telah memerintahkan BPBD untuk segera memberikan bantuan ke lokasi dan keluarga korban meninggal maupun korban luka-luka.

“Jadi bantuan sudah di kirimkan melalui BPBD,” ujarnya.

Menurut Yusron, ambruknya jembatan itu mestinya tidak perlu terjadi, jika pengerjaan di awasi secara ketat. Namun demikian, dirinya juga tidak bisa memberikan tanggapannya lebih jauh terkait peristiwa itu. Mengingat ambruknya jembatan berkaitan aspek teknis.

“Kita berharap dari kejadian ini cukup sampai di sini dan tidak ada lagi kejadian seperti itu terulang kembali,” tegas Yusron.

Sebelumnya, Tim “Searc and Rescue” (SAR) memastikan sebanyak lima orang tewas akibat ambruknya jembatan “Kokok” (kali) Tojang di Desa Sekarteja, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Selasa, sekitar pukul 15.00 Wita.

Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Mataram, Putu Cakra Ningrat menyebutkan empat dari lima korban meninggal dunia berasal dari Desa Sekarteja, Kecamatan Selong, masing-masing Khairul Anwar (35), Yus (30), Mul (30), Yasir (19), sedangkan satu orang korban bernama Akmal (45) berasal dari Montong Gamang, Kabupaten Lombok Timur.

Sementara korban yang mengalami luka cukup serius sebanyak lima orang, yakni Zainul (15) warga Desa Sekarteja, Abdul kadir (17), Irfan (50), keduanya asal Pancor Kecamatan Selong, Junaidi (50) asal Majidi Kecamatan Selong dan Edi (36) asal Penyaong, Kecamatan Masbagik.

Seluruh korban yang meninggal dunia dan mengalami luka-luka di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Cakra mengatakan, seluruh korban tertimbun material pasir bercampur batu, semen dan besi beton serta kayu dan bambu.

Proses pencarian yang dilakukan hingga malam hari melibatkan tim dari Basarnas Mataram, TNI, polisi, Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Lombok Timur dan petugas pemadam kebakaran dari Damkar Pemkab Lombok Timur.

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprotkan air agar campuran material pasir, batu dan semen tetap basah, sehingga memudahkan pencarian para korban ketika itu.

Proyek jembatan Kokok Tojang dengan kedalaman 12 meter dan panjang 25 meter tersebut dibiayai dari APBD Kabupaten Lombok Timur senilai Rp750 juta. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Kerja Malas, Gaji Puluhan Tukang Sapu di Mataram Ditunda

  Mataram – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menetapkan sanksi penundaan pembayaran ...