BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Sekda NTB Pastikan Pelayanan di RSUD Baik

RSUD Mataram (kicknews)
RSUD Mataram (kicknews)

kicknews.today Mataram – Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat H Rosiadi Sayuti memastikan seluruh pelayanan terhadap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah NTB tetap terlayani dengan baik.

“Kami pastikan semua pasien akan terlayani, tanpa harus disibukkan dengan urusan administrasi,” kata Rosiadi sayuti didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB Yusron Hadi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUP NTB, Senin (13/6).

Sekda yang juga ditemani Plt Direktur RSUD Provinsi NTB dr H Lalu Fikri melakukan sidak di beberapa ruangan dan poli. Sekda mengawali sidak tersebut dari ruangan BPJS. Di ruangan itu, sekda berbincang dengan beberapa staf BPJS terkait klaim BPJS oleh masyarakat.

Seusai dari tempat itu, sekda meninjau poli jantung yang diteruskan ke ruang NICU. Di ruangan tersebut, sekda menggali informasi terkait beberapa pasien tidak mampu. Selanjutnya, sekda bergerak menuju ruang pelayanan.

“Sudah kita konfirmasi apa persoalannya, yang ternyata memang jadwal mereka, sebelum ke klinik harus visitasi ke pasien-pasien yang dirawat inap,” kata Sekda menanggapi keluhan masyarakat terkait lambatnya pelayanan di RSUP NTB.

Selain itu, dalam sidaknya, Sekda mendengar jika RSUP NTB masih kekurangan tenaga baik dokter maupun perawat, sehingga saat pembagian tugas masih mengalami kendala.

“Berdasarkan temuan dan wawancara saya dengan pasien dan perawat, menurut saya, kita perlu tenaga nonmedis di rumah sakit ini untuk membantu pasien-pasien, khususnya pasien BPJS. Sehingga, mereka tidak lagi dibebani urusan-urusan administrasi,” kata Rosiadi.

Sekda menjelaskan, tenaga nonmedis atau “social workers” tersebut akan bertugas mengurus segala administrasi yang berkaitan dengan BPJS, baik rujukannya maupun administrasi-administrasi lain sebagai syarat untuk pembayaran klaim BPJS.

Hal ini juga sesuai dengan yang disampaikan para perawat bahwa mereka selalu disibukkan dengan urusan administrasi BPJS, sementara pelayanan terhadap pasien sedikit mangalami hambatan.

“Ini yang akan saya bicarakan dengan BPJS dan Dinas Sosial. Selain itu, perlu ada mekanisme pembiayaan terhadap pasien-pasien yang tidak bisa diklaim oleh BPJS atau tidak bisa dibayar BPJS, namun faktanya mereka berasal dari keluarga miskin,” katanya.

Lebih lanjut Sekda menyampaikan beberapa perkembangan palayanan kesehatan di rumah sakit tersebut, terutama fasilitas kesehatan yang dibutuhkan.

“Rumah sakit ini sedang kita persiapkan, dari tipe B ke tipe A. Sehingga, tahun 2018 sudah rampung. Semua perkembangan ini akan saya laporkan ke gubernur,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

2,9 Triliun Disiapkan BI Untuk Transaksi Tunai Masyarakat NTB Jelang Lebaran

  Mataram – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat mencatat jumlah penarikan uang yang ...