BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Investor Pelabuhan Wisata Kawasan Ampenan Diminta Siapkan Jaminan

Pantai Ampenan
Pantai Ampenan

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan meminta investor yang akan membangun pelabuhan wisata di kota ini menyiapkan jaminan sebagai bentuk keseriusan pelaksanaan proyek tersebut di kawasan Ampenan.

“Jaminan ini upaya antisipasi kita, karena kita sudah trauma berkali-kali diberikan harapan revitalisasi terhadap sejumlah lahan milik pemerintah daerah, temasuk di wilayah Ampenan,” kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana melalui Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Senin (13/6).

Beberapa hari lalu, Pemerintah Kota Mataram telah melakukan pertemuan dengan salah seorang investor dari Pulau Bali yang bergerak pada usaha jasa kapal pesiar yang menyatakan kesiapan dan kesanggupannya membangun pelabuhan wisata dalam tahun ini juga di kawasan Ampenan, Kota Mataram.

Dalam pertemuan itu, kata Martawang, secara lisan pihak investor menyampaikan keinginan membangun pelabuhan wisata tepatnya di Pantai Ampenan atau bekas pelabuhan sebelum dipindah ke Pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat.

Atas keinginannya itu, pemerintah kota meminta agar pihak investor memberikan jaminan sebagai bentuk keseriusannya melaksanakan proyek tersebut.

“Secara lisan, mereka menyatakan kesanggupannya memberikan jaminan dalam bentuk apapun sebagi keseriusannya ingin membangun pelabuhan wisata di kota ini,” katanya.

Adapun jaminan yang akan ditawarkan pemerintah kota antara lain meminta mereka menyimpan deposito di bank daerah yakni Bank NTB, atau membuat anjungan terlebih dahulu.

Dengan adanya jaminan itu, katanya, pemerintah kota dapat menarik kepastian dan menyiapkan dana pendamping guna melakukan berbagai penataan kawasan Ampenan seperti yang diinginkan pihak investor.

Pasalnya, katanya lagi, dengan adanya kesanggupan investor membuat pelabuhan pariwisata itu, pemerintah kota diminta untuk menyediakan ruang tunggu, air bersih, penataan parkir serta informasi dan transportasi yang bisa terkoneksi antara Ampenan, Senggigi dan tiga gili di Kabupaten Lombok Utara serta objek wisata lainnya.

Termasuk untuk penataan pedagang kaki lima (PKL) dan diharapkan jenis kuliner yang dijual tidak monoton akan tetapi lebih variatif sehingga wisatawan memiliki banyak menu pilihan kuliner khas daerah ini.

“Dengan demikian, kondisi ekonomi Ampenan bisa kembali bergerak meskipun hanya untuk pelabuhan wisata,” katanya.

Ia mengatakan, rencana pembangunan pelabuhan wisata dinyakini dapat menghidupkan kembali Kota Tua Ampenan, apalagi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sudah mengeluarkan kebijakan melarang kapal cepat dari Bali ke tiga gili yakni Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan.

“Ini menjadi satu bukti bahwa pengembangan wisata Pulau Lombok tidak bisa parsial tetapi harus terintegrasi,” kata Martawang. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Tak Ada Penerimaan di Mataram, Pemkot Alihkan Dana CPNS Untuk Pelatihan

  Mataram – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, ...