BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Diduga Curi Ikan Indonesia, KKP Tangkap Tujuh Kapal Ilegal Berbendera Vietnam

Kapal Bendera Vietnam yang ditangkap (net)
Kapal Bendera Vietnam yang ditangkap (net)

kicknews.today Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap sebanyak tujuh kapal ilegal berbendera Vietnam yang diduga sedang melakukan aktivitas penangkapan perikanan di kawasan perairan Republik Indonesia.

“Melalui Kapal Pengawas Orca 003 berhasil mengawal tujuh kapal ilegal berbendera Vietnam beserta 55 Anak Buah Kapal (ABK) berkebangsaan Vietnam ke Satuan Kerja PSDKP Natuna, Kepulauan Riau pada tanggal 12 Juni 2016,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Waluyo Sejati Abutohir, di Jakarta, Senin (13/6).

Waluyo memaparkan, ketujuh kapal itu terdiri atas enam kapal berbobot kurang lebih 100 “gross tonnage” (GT) dan satu kapal berbobot kurang lebih 60 GT.

Dia mengungkapkan, kapal-kapal itu ditangkap KP Orca 003 di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI), sekitar perairan Natuna, Kepulauan Riau, tanggal 10 Juni 2016 pada pukul 08.45 s.d 10.05 WIB.

Kapal-kapal tersebut tertangkap tangan saat sedang melakukan penangkapan ikan, tanpa dilengkapi dokumen yang sah dari Pemerintah RI dan menggunakan alat tangkap terlarang jenis “pair trawl”.

Selain itu, ujar dia, kapal-kapal itu diduga melanggar Pasal Pasal 93 ayat (2) jo Pasal 27 (2) UU No 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Sedangkan kapal pengangkut ikan diduga melanggar Pasal 94 jo Pasal 28 UU No 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menegaskan kapal berbendera Tiongkok ditangkap TNI AL karena mencuri ikan di perairan Natuna yang merupakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

“Intinya kita akan tetap terus menegakkan kedaulatan dan hukum kita, jadi setiap kapal yang melakukan “IUU Fishing” kita akan tegakkan aturan kura,” kata Arrmanatha Nasir di Ruang Palapa Kemlu, Jakarta, Rabu (1/6).

“IUU Fishing” singkatan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing yang maksudnya adalah penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan dan tidak sesuai aturan.

Pernyataan tersebut disampaikan Jubir Kemlu untuk menanggapi pemberitaan media Tiongkok yang memuat protes jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok tentang penangkapan kapal tersebut.

Dalam pemberitaan tersebut, Tiongkok mengklaim yang dilakukan kapal itu adalah sesuai dengan peraturan karena berada di wilayah penangkapan ikan tradisional (“traditional fishing ground”) mereka.

Sebagaimana diwartakan, maraknya aktivitas pencurian ikan di kawasan perairan Indonesia merupakan indikasi perlunya perhatian khusus yang lebih ketat oleh berbagai pihak terkait.

“Masih maraknya ‘illegal fishing’ (pencurian ikan) merupakan indikasi bahwa pertahanan negara perlu mendapat perhatian khusus,” kata Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almayshari.

Menurut Kharis, salah satu cara untuk memperkuat pertahanan tersebut adalah dengan meningkatkan peran diplomasi parlemen, baik regional maupun internasional untuk melindungi kedaulatan NKRI. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Permintaan Revisi Permen Lobster Ditolak, TGB Minta Kompensasi Kesejahteraan Bagi Nelayan

  kicknews.today Mataram – Gubernur NTB ,TGH Muhammad Zainul Majdi mengharapkan ada kompensasi nyata menyangkut ...