BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pemekaran Lingkungan Gerisak Disetujui Pemkot Mataram

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya menyetujui pemekaran Lingkungan Gerisak setelah dilakukan kajian dan pertimbangan terhadap usulan warga setempat untuk mendekatkan pelayanan.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Jumat (10/6), mengatakan, dari beberapa lingkungan yang mengajukan usulan pemekaran baru Lingkungan Gerisak yang diberikan rekomendasi wali kota.

“Usulan ini sudah dilayangkan sejak tahun lalu, dan Lingkungan Gerisak yang dimekarkan bernama Lingkungan Gerisak Aman,” ujarnya.

Dengan pemekatan itu, mulai hari ini jumlah lingkungan di Kota Mataram menjadi 322 lingkungan dari jumlah sebelumnya 321 lingkungan.

Rekomendasi terhadap pemekaran Lingkungan Gerisak dinilai sesuai dengan Peraturan Wali Kota Mataram Nomor 1 tahun 2013, yang menyebut beberapa persyaratan pemekaran.

Syarat yang harus dipenuhi antara lain, luas wilayah, jumlah penduduk, ketersediaan sarana dan prasarana, serta sosial, kultur dan dukungan masyarakat.

“Dukungan masyarakat ini sangat penting, karena meskipun semua syarat terpenuhi namun tidak ada dukungan masyarakat, pemekaran tidak bisa dilakukan,” sebutnya.

Selain Gerisak, beberapa lingkungan seperti Lingkungan Babakan dan Sindu juga telah mengusulkan untuk pemekaran wilayah akan tetapi tim masih melakukan kajian terhadap syarat dan ketentuan yang dilakukan.

Swandiasa menampik, jika banyaknya usulan pemekaran lingkungan ini dipicu hanya karena ingin mendapatkan dana operasional lingkungan sebesar Rp5 juta per tahun dan jabatan kepala lingkungan dengan honor Rp1 juta per bulan.

“Saya rasa bukan karena itu, tetapi lebih untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menyinggung tentang dana operasional lingkungan, Swandiasa mengatakan untuk tahun 2016 telah disiapkan Rp3,9 miliar dana operasional bagi 321 lingkungan.

Sedangkan untuk lingkungan yang baru dimekarkan, dana operasionalnya diusulkan dalam APBD perubahan tahun ini termasuk untuk honor kepala lingkungan.

Ia mengatakan, dana operasional lingkungan ini diperuntukan khusus untuk perasional seperti kegiatan rapat-rapat ditingkat lingkungan bukan untuk fisik.

“Tahun sebelumnya kita alokasikan Rp7 juta yang sebagian untuk pembangunan fisik, tetapi sejak dua tahun ini tidak dianggarkan karena banyaknya salah paham terhadap penggunaan anggaran tersebut,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Sumatera Utara Belajar dari NTB Untuk Sukses jadi Penyelenggara MTQ Nasional

  Mataram – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belajar dari Nusa Tenggara Barat untuk bisa sukses ...