Jadilah yang Pertama Tau

Indonesia Tawarkan Selat Lombok Alternatif Jalur Malaka

Selat Lombok (net)
Selat Lombok (net)

kicknews.today Jakarta – Indonesia menawarkan alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) 2 yang melalui Lombok, Kalimantan, dan Sulawesi sebagai alternatif jalur Malaka yang diperkirakan akan makin padat dan membahayakan dalam 20 tahun mendatang.

Tawaran tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli seusai bertemu Menteri Perkapalan dan Kebijakan Kepulauan Yunani Thodoris Dritsas di Athena, Yunani, Senin (6/6).

“Saat ini sekitar 40 persen alur kapal internasional melintasi Selat Malaka. Kami prediksi 20 tahun ke depan jalur Malaka akan tidak lagi ‘sustain’ (mampu menopang). Untuk itu, kami tawarkan jalur Lombok, Kalimantan dan Sulawesi sebagai alternatif yang menarik dan aman,” kata Rizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (7/6).

Menurut mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, tawaran tersebut penting disampaikan kepada Yunani yang menguasai 30 persen armada kapal dunia.

“Mereka menguasai hampir semua jenis kapal, baik tanker minyak, kapal pengangkut gas, kontainer, maupun kapal penumpang,” ujarnya.

Guna mengembangkan ALKI 2, lanjut Rizal, pemerintah Indonesia telah berkomitemn membangun dua pelabuhan besar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

Sehubungan dengan itu, pemerintah Indonesia mengundang pengusaha Yunani untuk berinvestasi di kedua pelabuhan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Dritsas menyambut baik tawaran itu. Menurut dia, selama ini banyak kapal Yunani yang menggunakan jalur Malaka ketika berlayar.

Dengan adanya tawaran ALKI 2 sebagai alternatif, hal itu dinilai akan sangat membantu Yunani yang dikenal sebagai “raja” dalam bisnis perkapalan.

“Tawaran Ini sangat menarik. Saya akan pelajari lebih lanjut, termasuk akan membicarakannya dengan para pemangku kepentingan lain, khususnya para pelaku bisnis perkapalan di Yunani,” katanya.

Dritsas juga menawarkan peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, pariwisata, keamanan laut, termasuk penanganan penangkapan ikan ilegal yang disambut positif oleh Rizal Ramli. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat