BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Distamben NTB Pastikan Ketersediaan Listrik MTQ Aman

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat memastikan ketersediaan energi listrik untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional 2016 sudah aman.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nusa Tenggara Barat (NTB) M Husni, di Mataram, Selasa (7/6), mengatakan pihaknya sudah mendapatkan kepastian dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah NTB terkait dengan kedatangan “Mobile Power Plant” (MPP) atau mesin pembangkit listrik bergerak dengan kapasitas 25 mega watt (MW).

“MPP itu akan tiba akhir Juni nanti, kepastian itu sudah dilaporkan General Manager PLN Wilayah NTB dalam rapat dengan panitia MTQ bidang kelistrikan dan rapat dengan wakil gubernur di ruang rapat utama beberapa waktu lalu,” katanya.

Rencananya, kata dia, ada dua unit MPP yang akan didatangkan, sehingga total tambahan produksi energi listrik untuk sistem Lombok mencapai 50 MW. Namun, baru satu unit yang dipastikan segera tiba dan akan terpasang di komplek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, Desa Taman Ayu, Kabupaten Lombok Barat.

Sementara kapal pembangkit listrik berkapasitas 60 MW yang akan didatangkan dari Turki diperkirakan tiba pada Agustus dari rencana sebelumnya pada Juli 2016.

Menurut Husni, adanya tambahan daya energi listrik sebesar 25 MW dari MPP tersebut akan menambah ketersediaan energi listrik melalui sistem Lombok yang saat ini mencapai 230 MW atau melebihi dari beban puncak sekitar 210-220 MW selama Ramadhan.

“Sebenarnya kebutuhan listrik untuk MTQ tidak terlalu besar, yang banyak butuh listrik itu hanya di Islamic Center sebesar 1 MW, itu pun ketika acara pembukaan yang rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Ia menyebutkan pelaksanaan lomba MTQ tingkat nasional tersebar di 11 lokasi, yakni delapan lokasi di Kota Mataram, termasuk Islamic Center.

Selain itu, di Masjid Raya Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Bencingah Bupati Lombok Barat dan di Pondok Pesantren Al Aziziyah Kapek, Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Asrama Haji Mataram juga menjadi lokasi penyelenggaraan, namun hanya untuk pendaftaran kontingen. Begitu juga dengan pendopo kantor gubernur hanya sebagai lokasi pawai ta’aruf para kafilah MTQ.

Di setiap lokasi penyelenggaraan lomba MTQ, kata Husni, kebutuhan listriknya berbeda-beda. Namun, dipastikan tidak terlalu besar karena yang membutuhkan energi listrik cukup besar adalah pengeras suara.

“Setiap lokasi berbeda-beda kebutuhan energi listriknya, tapi dipastikan daya yang tersedia aman, apalagi kegiatan MTQ lebih banyak siang hari,” katanya.

Husni yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Penyediaan Energi Listrik di kepanitiaan MTQ menambahkan pihaknya bersama PLN juga akan menyiagakan tiga petugas di masing-masing lokasi untuk mengantisipasi gangguan teknis.

Panitia penyelenggara juga akan menyiapkan dua unit genset berkapasitas masing-masing 450 kilo volt ampere (KVA) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan jaringan listrik ketika acara pembukaan di Islamic Center.

“Meskipun daya energi listrik berlebih, tapi kami tetap lakukan antisipasi dengan menyediakan genset, apalagi nanti yang membuka MTQ adalah Presiden,” ujar Husni.

MTQ Tingkat Nasional 2016 akan digelar di NTB mulai 27 Juli hingga 7 Agustus 2016 dan akan diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta dari 34 provinsi di Indonesia. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Terpesona Pada Mandalika Lombok Emir Qatar mau Investasi, Jokowi Tahan Harga

kicknews.today – Presiden Joko Widodo mengatakan Emir Qatar Syah Tamim tertarik menanamkan modal di Kawasan ...