Konsultan Prancis Ekspose PJU Pintar Di Mataram

Ilustrasi (Sumber: sawerigadingnews)
Ilustrasi (Sumber: sawerigadingnews)

kicknews.today Mataram – Tiga orang konsultan dari Prancis mendatangi Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk melakukan ekspose program program “smart street lighting” atau penerang jalan umum (PJU) pintar yang merupakan bagian dari program ekodistrik.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Rabu, mengatakan kedatangan tiga konsultan Prancis pada Selasa (26/4) itu bertujuan untuk melakukan ekspose pelaksanaan program ekodistrik tahun 2016.

“Untuk tahun ini, ekodistrik akan melaksanakan program ‘smart street lighting’ atau penerang jalan pintar, sebagai upaya efisiensi penggunaan daya listrik,” katanya menjelasakan.

Dikatakannya, untuk dapat menerapkan program tersebut, konsultan Prancis saat ini sedang melakukan audit untuk mendapatkan data secara utuh terkait dengan panjang jalan di Kota Mataram, jumlah kebutuhan PJU, sistem dan besaran kebutuhan daya dan data-data lainya.

“Audit itu sebagai bagian untuk perencanaan bentuk investasi yang akan dilaksankan di Kota Mataram sekitar bulan September hingga Desember 2016,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, tim konsultan ekodistrik menyampaikan keunggulan dari program “smart street lighting” yang merupakan salah satu teknologi PJU pintar dalam arti PJU otomatis.

Dimana, katanya, lampu PJU akan menyala dan mati secara otomatis sesuai dengan kondisi cuaca.

“Ketika menjelang cuaca gelap, lampu menyala dengan sendirinya begitu juga ketika cuaca cerah lampu akan padam secara otomatis,” katanya.

Di samping itu, “smart street lighting” ini akan memiliki pusat kontrol sendiri yang ditempatkan di Dinas Pertamanan.

Melalui alat kontrol ini, kata Mohan, petugas Dinas Pertamanan tidak perlu lagi melakukan kontrol keliling untuk melihat PJU mana yang tidak bisa berfungsi.

“Kami cukup melakukan kontrol melalui monitor induk, titik kerusakan atau PJU yang tidak bisa menyala bisa diketahui dengan cepat,” katanya.

Selain itu, petugas juga dapat dengan mudah mengetahui penggunaan daya listrik setiap bulannya, sebab masing-masing PJU memiliki meterisasi.

“Prinsipnya ‘smart street lighting’ ini bagian dari upaya efisiensi penggunaan daya listrik,” ujarnya.

Mohan optimistis terhadap program program “smart street lighting” ini akan terealisasi di Kota Mataram tahun ini, karena kerja sama ini telah direncanakan dengan sangat matang dan serius.

“Jika mereka tidak serius, tentu mereka tidak akan datang berulang kali ke Mataram dan memberikan pelatihan gratis kepada tenaga teknis kita di Bogor,” katanya.

Bahkan, lanjut Mohan, dia bersama beberapa tim dari Bappeda dan Pertamanan diundang langsung ke Prancis pada tanggal 14 Mei 2016 untuk melihat contoh program itu sebelum diimplementasikan di Mataram. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat