DPKP Tunda Pembangunan Klinik Kesehatan Hewan

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dinas Petanian Kelautan dan Pertanian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terpaksa harus menunda kembali target rencana pembangunan klinik kesehatan hewan hingga tahun 2017.

“Awalnya, kami manargetkan klinik kesehatan hewan sudah bisa beroperasional 2015, tetapi ternyata tahun 2016 inipun belum bisa teralisasi karena keberbatasan anggaran,” kata Kepala Dinas Petanian Kelautan dan Pertanian (DPKP) Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Rabu (27/4).

Dikatakannya, meskipun pembangunan klinik kesehatan hewan itu hanya melengkapi fasilitas yang ada di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Selagalas, namun anggaran yang dibutuhkan mencapai ratusan juta.

Sementara, kondisi keuangan pemerintah dan pemerintah daerah tahun ini kurang memadai, bahkan hingga terjadi pemotongan dana alokasi khusus (DAK) secara nasional.

Begitu juga, sambungnya, dengan anggaran daerah dimana setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diminta untuk melakukan rasionalisasi anggaran.

“Jadi kami belum bisa mengusulkan anggaran untuk pembangunan klinik kesehatan hewan tersebut tahun ini, dan akan kami coba pada APBD 2017,” kata Mutawalli.

Menurut dia, beberapa persyarataan yang harus dilengkapi agar Puskeswan Selagalas menjadi klinik kesehatan hewan antara lain, harus menyediakan fasilitas dokter spesialis, ruang labolatorium, ruang perwatan, ruang rawat inap dan ambulans.

“Fasilitas laboratorium, kantor dan dokter spesialis memang sudah ada di puskeswan, tinggal kita membangun ruang perawatan, rawat inap dan menyediakan amblulans,” sebutnya.

Mutawalli menilai, pentingnya pembangunan klinik kesehatan hewan adalah untuk memenuhi kebutuhan para pemilik hewan kesayangan.

Pasalnya, saat ini sudah banyak komunitas pencita hewan, seperti burung, anjing, kucing dan binatang lainnya yang ditandai juga dengan maraknya “pet shop” di kota ini.

“Komunitas pencinta hewan itu tentu membutuhkan wadah yang representatif untuk pengobatan dan penanganan binatang peliharaan mereka ketika mengalami sakit. Kalau selama ini mereka pergi ke dokter hewan,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberadaan puskeswan di Selagalas saat ini cukup ramai, dalam sehari hewan kesayangan yang dibawa berobat ke puskeswan rata-rata mencapai 15 hewan.

Hal inilah yang menjadi salah satu motivasi Pemerintah Kota Mataram harus memiliki klinik kesehatan hewan.

“Selain itu, keberadaan klinik kesehatan hewan ini sekaligus untuk mendeteksi dini sekaligus mengantisipasi berbagi penyakit yang dapat menular ke manusia,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat