Korban Tenggelam di Kaki Rinjani Ternyata Karyawan Bank Bukopin

proses evakuasi korban yang tenggelam air terjun mangku kodek Sembalun
proses evakuasi korban yang tenggelam air terjun mangku kodek Sembalun
Lombok Timur – Korban tewas di terjun Mangku Kodek Dusun Sajang Desa Sajang Kecamatan Sembalun, Lombok Timur terungkap. Almarhum adalah karyawan Bank Bukopin Jakarta. Korban Andi Irawan,26 tahun, sebelumnya ditemukan tenggelam di air terjun kaki Gunung Rinjani itu, Minggu (24/4) lalu Korban beralamat di Lame Payung RT. 008 RW 008 Kelurahan Kuningan Kabupaten Kuningan Jawa Barat, sebelumnya bersama temannya di lokasi pemandian air terjun itu.
Awalnya korban sekitar pukul 16.30 wita bersama temannya Eko Rosdiantono, 27 tahun, juga Karyawan Bank Bukopin, tiba di pemandian Air Terjun Mangku Kodek dengan menggunakan sepedamotor. Setibanya di TKP, korban bersama temanya langsung mengganti pakaian dan berenang bersama-sama di pemandian air terjun Mangku Kodek. Mereka bermaksud ke lokasi itu memang untuk menikmati pemandangan dan sensasi air terjun. Beberapa menit kemudian korban berenang di kolam pemandian merapat ke arah air terjun. Sementara Eko mengambil bajunya untuk disatukan dengan baju korban, rencananya mereka akan mengakhiri kegiatan mandinya.
“Setelah baju dikumpulkan persiapan pulang, Eko memanggil korban. Tapi korban tidak menjawab, bahkan saksi tidak melihat sama sekali korban di permukaan air. Setelah beberapa menit menunggu, tiba-tiba korban muncul dipermukaan air sudah dalam keadaan terapung dengan badan menghadap keatas. Korban sudah tak bernyawa,” tutur Kapolres Lombok Timur AKBP Karsiman, SIK.
Melihat kajadian tersebut, Eko berenang kearah korban dan berusaha membawa jasad itu ke tepian. Setelah korban berhasil di bawa kepinggir, kemudian saksi langsung mencari bantuan dan menemukan Polhut Kecamatan Sembalun yang sedang melakukan penelitian di sekitar area tersebut dan meminta bantuan utk mengevakuasi korban. Akhirnya Pukul 17.00 wita Polhut Sembalun bersama anggota Polsek Sembalun dan warga berhasil mengevakuasi korban menggunakan kendaraan Dinas Polsek ke Puskesmas Sembalun. Korban tiba di Puskesmas pukul 19.00 wita utk mendapatkan perawatan jenazah.
“Kondisi korban saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dengan mulut, hidung, telinga keluar busa campur darah,” terang Kapolres.
Akhirnya korban dibawa ke RSU Selong menggunakan ambulance pukul 20.15 wita, kemudia dibawa ke daerah asalnya. (bh)

style="display:block" data-ad-format="autorelaxed" data-ad-client="ca-pub-9851827640354204" data-ad-slot="6522693599">

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat