Kasus Bunuh Diri Terjadi Lagi

korban bunuh diri dan lokasi tempat kejadian di kecamatan lambu kabupaten bima
korban bunuh diri dan lokasi tempat kejadian di kecamatan lambu kabupaten bima

Kabupaten Bima – Belum luntur dari ingatan kita tentang terjadinya kasus bunuh diri dengan modus gantung diri yang terjadi di Cakranegara beberapa waktu lalu. Kasus yang sama kembali terjadi di Desa Mangge Kecamatan Lambu Kabupetan Bima. Kasus gantung diri terjadi lagi sabtu (23/4). Korban atas nama Mustara jamaluddin als ama asma, (65 th) yang sehari hari diketahui berprofesi sebagai petani.

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti, korban dilaporkan pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya yang beranama Feri (35 th), saat ia berniat mengunjungi ayahnya sekitar pukul 15.00 wita. Saksi Feri mengaku sejak awal sampai dirumah korban merasa curiga karena melihat pintu rumah korban yang masih dalam kondisi tertutup tidak seperti biasanya.

Setelah dibuka, saksi melihat kondisi korban sudah dalam keadaan tergantung dibagian leher, dengan seutas tali plastik yang terikat ke kayu atap rumah. Spontan saksi berteriak meminta tolong. Mendengar teriakan saksi beberapa tetangga korban langsung berdatangan ke lokasi kejadian.

“Feri yang merupakan anak kandung korbanlah yang pertama kali melihat korban tergantung di dalam rumahnya. Warga sekitar termasuk ketua RT setempat langsung berlari ke tempat kejadian, setelah mendengar teriakan Feri”. Jelas AKBP Tribudi Pangastuti.

Bersama beberapa orang warga, saksi menurunkan jenazah korban dan langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi dan petugas kesehatan dari Puskesmas Pembantu Mangge. Setelah dilakukan pemeriksaan dipastikan korban memang meninggal akibat gantung diri. Polisi yang melakukan oleh tempat kejadian perkara juga tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dari keterangan saksi Feri yang tercatat oleh anggota Polsek Lambu, korban bukan kali ini saja mencoba mengakhiri hidupnya sendiri. Sebelumnya ia sudah tiga kali mencoba bunuh diri namun selalu digagalkan oleh anak korban.

“Korban diketahui sebelumnya sudah tiga kali mencoba bunuh diri. Tapi gagal karena lebih dulu ditemukan oleh anaknya”. Ungkap Tribudi. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat