PNS Asal Bima Dijambret di Terminal Mandalika

tersangka pelaku jambret di terminal mandalika
tersangka pelaku jambret di terminal mandalika

Mataram – Kekhawatiran masyarakat masih adanya aksi jambret dan premanisme di Terminal Mandalika Mataram rupanya bukan isapan jempol belaka. Buktinya masih ada aksi jambret yang terjadi pekan lalu. Pelakunya pun berhasil ditangkap tim Buru Sergap Kepolisian Sektor Cakranegara Jumat (22/4) kemarin.

Korbannya adalah Ir.Kalisom, 52 tahun, PNS asal Bima. Dia melaporkan kejadian yang dialaminya itu Senin (11/4) siang, pekan lalu.

Waktu itu korban baru tiba dari Bima di terminal tersebut. Saat turun dari bus, korban bermaksud melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taxi ke Kota Mataram. Namun pelaku seorang pria menjambret tas dan dompet korban yang berisi uang Rp 5 juta dan satu unit handphone merk Lenovo.

Ada tiga pelaku yang teridentifikasi melakukan aksi jambret. Ketiganya adalah AH, 30 tahun, asal Lendang Lekong Sayo, Kelurahan Mandalika Cakranegara. Dia bersama dua rekannya Jal, 32 tahun , alamat Kopang Loteng dan IW, 32 tahun, alamat Butun Indah, Bertais.

“Dari laporan korban, kami melakukan pengembangan dan berhasil menangkap satu per satu pelakunya,” kata Kapolsek Cakra, Kompol I Gusti Putu Suarnaya, SH, Sabtu (23/4) siang.

Berawal dari tertangkapnya Jal di rumahnya. Dari pengakuan Jal, terungkap nama AH. Rupanya AH sempat kabur keluar daerah. Sampai akhirnya dia kembali ke Terminal Mandalika.

“Kami langsung melakukan penangkapan Jumat sore kemarin,” kata Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan, terungkaplah nama IW yang masuk dalam komplotan jambret itu.

“Sampai sekarang si IW ini masih buron. Sempat disanggongi tempat tinggalnya tapi dia tidak pernah pulang,” ungkapnya.

Kpolsek Cakranegara menghimbau dengan fakta kejadian ini, masyarakat diminta untuk lebih waspada jika sedang berada ditempat keramaian seperti terminal dan sejenisnya. Bukan hanya di Terminal Mandalika saja. Namun dimana saja saat sedang berada di luar rumah. Masyarakat diminta agar bisa semaksimal mungkin untuk bisa mengamankan diri dan harta bendanya, disamping upaya yang dilakukan aparat penegak hukum. (bh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat