Pemkot Mataram Akan Kelola Sendiri RTH Hortikultura Pagutan

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berkomitmen akan mengelola sendiri ruang terbuka hijau hortikultura di kawasan Pagutan, Kecamatan Mataram.

“Daripada kita mengandalkan investor lebih baik kita kelola sendiri meskipun proses pembangunan dan penataan tidak bisa dilakukan sekaligus seperti halnya investor,” kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Jumat (22/4).

Pernyataan itu dikemukakannya menanggapi kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan setelah digunakan sebagai pusat kegiatan Festival Hortikultura 2015 hingga kini keberadaannya terkesan tidak terurus.

Padahal ketika itu pemerintah kota berencana menjadikan RTH Pagutan sebagai RTH dengan konsep agrowisata, tetapi hingga saat ini belum ada anggaran untuk memulai rencana tersebut.

Terhadap rencana tersebut, kata wakil wali kota, pemerintah kota tetap konsisten dan memberikan atensi terhadap semua RTH di kota ini terlebih pada RTH Pagutan yang memiliki konsep khusus sebagai wisata agro sebab memiliki lahan yang cukup luas yakni mencapai sekitar depalan hektare.

“Kita tetap akan mengelola sendiri, karena kalau mengandalkan pihak ketiga atau investor kita ragu, apalagi beberapa investor kita sudah wanprestasi,” katanya.

Namun demikian, Mohan tidak akan menutup kesempatanjika ada investor yang serius ingin mengelola RTH Pagutan sesuai konsep yang diinginkan pemerintah kota.

“Kalau ada investor serius dan berkomitmen mengembangkan RTH Pagutan sehingga memberikan dampak dan kemanfaatan bagi masyarakat kenapa tidak,” katanya lagi.

Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPK) Kota Mataram H Mutawalli sebelumnya mengatakan, jika RTH Pagutan menjadi pusat hortikultura dan agrowisata pihaknya akan pengembangan tanaman hotrikultura.

Pengembangan tanaman hortikultura yang dimaksud adalah untuk sayur, buah, bunga dan biofarmaka guna memudahkan pemberian bantuan.

“Dengan demikian, RTH bisa menjadi penghasil sayur-sayuran, buah-buahan, bunga dan tetap berfungsi menjadi pusat rekreasi masyarakat, yang tentunya juga bisa mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD),” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat