Pemicu Gagal Panen, BWS Siap Perbaiki Irigasi Lingkar Selatan Mataram

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, perbaikan irigasi di Jalan Lingkar Selatan pada 2016 akan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara Barat.

“Kesepakatan itu sudah menjadi komitmen BWS dengan pemerintah kota agar program perbaikan irigasi tidak tumpang tindih dengan anggaran yang ada di kota,” katanya kepada wartawan di Mataram, Jumat (22/4).

Pernyataan itu dikemukakannya menanggapi keluhan sejumlah petani di kawasan Jalan Lingkar Selatan yang selalu gagal panen, salah satunya dipicu karena kondisi irigasi yang kurang baik akibat maraknya pembangunan di wilayah itu.

Mahmuddin mengatakan, untuk perbaikan irigasi di kawasan Lingkar Selatan itu, BWS sudah memprogramkan perbaikan irigasi dengan panjang sekitar tiga hingga empat kilometer.

Panjang irigasi yang diperbaiki itu, mulai dari perbatasan Kota Mataram di kawasan Dasan Cermen hingga ke ujung barat Kota Mataram di Lingkar Selatan.

“Anggaran sepenuhnya ditanggung BWS, tetapi besarannya kita tidak tahu pasti karena kita menerima barang jadi,” katanya.

Mahmuddin mengakui, kondisi irigasi di Lingkar Selatan sudah cukup parah, karena pesatnya pembangunan di kawasan tersebut meskipun berada di kawasan pinggiran kota.

“Kondisi irigasi semakin parah setelah adanya pembanguan rumah toko (ruko) pada bagian barat gegung DPRD Kota Mataram yang sudah dilakukan peneguran,” sebutnya.

Sementara DPU Kota Mataram bertugas memperbaiki saluran di depan Asrama Haji Lingkar Selatan, yang selama ini selalu menjadi sumber genangan bahkan banjir setiap hujan tiba.

Sedangkan untuk program perbaikan irigasi yang anggarannya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp10,3 miliar sebelum dilakukan pemotongan 10 persen dari Kementerian Keuangan, direncanakan untuk perbaikan irigasi pada sejumlah titik di kota ini.

“Pastinya, perbaikan irigasi dari adan DAK ini menyebar di enam kecamatan yang ada di kota ini, kecuali di Lingkar Selatan yang menjadi tanggungan BWS,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan irigasi ini penting, karena berpengaruh juga terhadap munculnya genangan di kota ini Berdasarkan data tahun 2015, di Kota Mataram, memiliki irigasi dengan panjang sekitar 70 ribu meter, namun dari jumlah itu terdapat sekitar 77,91 atau sekitar 55.939 meter dalam kondisi rusak ringan, sedang dan berat.

“Untuk itu, program perbaikan irigasi ini merupakan salah satu program prioritas dari pemerintah guna mendukung peningkatan produksi petani,” katanya.

Di sisi lain, menurut Mahmuddin, terjadinya banjir dan genangan saat musim hujan salah satunya disebabkan banyaknya saluran drainase berubah fungsi atau bahkan berfungsi ganda.

“Artinya, dari hanya berfungsi menjadi saluran drainase tetapi karena kebutuhan berubah menjadi saluran irigasi, bahkan ada yang berfungsi ganda,” katanya.

Perubahan fungsi ini diakui, memang disebabkan tingginya alih fungsi lahan yang terjadi di kota ini, baik untuk perumahan, rumah toko (ruko), perkantoran maupun pembangunan jalan. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat