Kampanye Anti Narkoba Sudutkan Langkah Pelaku

kampanye anti narkoba jajaran anggota polsek ampenan
kampanye anti narkoba jajaran anggota polsek ampenan

Mataram – Gerakan perang melawan narkoba dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sejak tanggal 20 Maret hingga 20 April 2016. Seluruh lapisan masyarakat dilibatkan dalam aksi bersandi “Operasi Bersinar” yang digagas berlandaskan pada situasi Indonesia Darurat Narkoba yang disuarakan Presiden RI Joko Widodo.

Dari ratusan puluhan bahkan ratusan ribu gerakan yang dilaksanakan se-Indonesia. Sebagian besar diantaranya dilakukan dengan menggelar aksi kampanye melawan narkoba. Sebagian pihak menilai gerakan kampanye ini tidak memberi dampak signifikan terhadap upaya pemberantasan narkoba.

Penilaian tersebut keliru. Selain melakukan penindakan represif dengan membekuk para pelaku penyalah gunaan maupun pengedar narkoba. Ternyata gerakan kampanye anti narkoba ini, terbukti efektif mempersempit bahkan menyudutkan para pelaku dan pengedar narkoba dilapangan. Ungkapan ini disampaikan Kapolsek Ampenan Kompol R. Sujoko Aman kepada kicknews (21/4).

“Kampanye anti narkoba yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat itu, sangat efektif untuk mempersempit bahkan menyudutkan ruang gerak pelaku untuk melakukan aksinya. Karena dengan menyebarkan informasi kepada seluruh masyarakat tentang bahaya narkoba, termasuk ancaman hukuman bagi yang tertangkap terkait narkoba ini. Membuat para pelaku termasuk pengedar bahkan para calon pengguna akan berfikir keras sebelum bertindak” papar Kapolsek Ampenan Kompol Joko Aman.

Karenanya Polsek Ampenan bersama jajaran dalam 1 bulan masa operasi Bersinar, melaksanakan lebih dari 500 aksi kampanye memerangi narkoba. Baik secara langsung ke komunitas dan disetiap kegiatan yang melibatkan masyarakat. Maupun secara tidak langsung melalui media masa, baik tv, cetak maupun media online maupun medsos.

“Kami selalu memanfaatkan setiap momen dan media yang ada untuk melaksanakan kampanye perang melawan narkoba ini. Karena tambah banyak yang mendengar dan mengerti tentang bahaya narkoba, tambah sempitlah ruang gerak para pelaku itu” kata Joko.

Dari catatan akhir Polri untuk operasi ini, Polda NTB menduduki peringkat ke-empat terbanyak dalam melaksankan kampanye anti narkoba se-Indonesia. Polres Mataram berada di posisi pertama terbanyak se-Polda NTB, dan Polsek Ampenan tercatat melaksanakan kampanye dengan jumlah terbanyak se-Polres Mataram.

Kpolsek Ampenan mengingatkan kepada semua pihak bahwa meski operasi bersinar telah dinyatakan usai. Namun penindakan tegas terhadap para pelaku penyalahgunaan narkoba, tidak lantas menurun kualitas dan intensitasnya. Karena situasi darurat narkoba ini masih tetap menjadi salah satu atensi utama jajaran Polisi secara nasional.

“Karena Operasi Bersinar selesai, bukan berarti atensi kami untuk memerangi narkoba juga menurun. Kondisi darurat narkoba tetap menjadi atensi bahkan dari sejak sebelum operasi ini digelar. Jadi seterusnya akan tetap menjadi atensi jajaran anggota Polri di lapangan” pungkas Joko. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat