Dinilai Kurang Representatif, Pasar Tradisional Kebon Roek Siap Direlokasi

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mempersiapkan perencanaan relokasi pasar tradisional Kebon Roek karena kondisinya saat ini sudah kurang representatif.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Rolisakana di Mataram, Jumat, mengatakan untuk relokasi Pasar Kebon Roek pemerintah kota telah menyiapkan lahan lebih dari satu hektare di wilayah Kebon Talo, Kecamatan Ampenan.

“Meskipun kita sudah siapkan lahan, tetapi perencanaan pembangunan fisiknya baru akan disiapkan tahun ini, mengingat anggaran pembangunan pasar juga harus didukung dari pemerintah,” sebutnya.

Ia mengatakan, konsep perencanaan Pasar Kebon Roek ke depan dipastikan tetap sebagai pasar tradisional namun dengan penataan modern.

Untuk baguan fisik pasar akan berlantai satu, tidak seperti pasar yang ada saat ini dengan konsep lantai tiga, tetapi hampir semua pedagang enggan memanfaatkan ruang yang ada di lantai dua dan tiga.

Pemerintah kota melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) sudah berulang kali melakukan penataan terhadap pedagang agar mau menempati lantai dua dan tiga.

“Namun pedagang enggan dengan alasan pembeli juga malas naik. Akibatnya, banyak pedagang yang memanfaatkan lahan parkir dan jalan untuk berjualan sehingga berdampak juga pada kemacetan lalu lintas,” sebutnya.

Terkait dengan itu, sambung Mohan, rencana pembangunan Pasar Kebon Roek di kawasan Kebo Talo akan ditata semaksimal mungkin agar memiliki konsep sebagai pasar tradisional modern baik secara fisik maupun manajemen.

Apalagi, Pasar Kebon Roek ini merupakaan pasar yang berada di jalur objek wisata internasional Senggigi, sehingga harus mendapatkan perhatian khusus dalam penataannya agar tidak terkesan kumuh.

“Kita bahkan merencanakan pasar akan dilengkapi dengan alat pengelola sampah modern agar sampah pasar bisa diolah setiap hari tanpa dilakukan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir,” ujar Mohan.

Sementara, lanjut wakil wali kota, bekas Pasar Kebon Roek yang saat ini tepat berada di persimpangan, direncanakan menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

RTH di kawasan Ampenan itu akan dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung seperti tempat bermain anak-anak, “jogging track”, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Dengan demikian, selain menjadi daerah resapan, RTH juga bisa menjadi tempat rekreasi dan edukasi, apalagi hingga saat ini di kawasan Ampenan kita belum memiliki RTH khusus, kalau pun ada masih bersifat alami,” ujar Mohan. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat