Pemkot Mataram Naikkan Target Retribusi Sampah

sampah tak terurus dijalanan kota mataram (net)
sampah tak terurus dijalanan kota mataram (net)

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tahun 2016 menaikan target retribusi sampah menjadi Rp4,2 miliar dari tahun 2015 yang hanya sebesar Rp4 miliar.

Sekretaris Dinas Kebersihan Kota Mataram I Gede Brata di Mataram, Kamis, mengatakan, kenaikan target retribusi sampah itu salah satunya karena pertimbangan bertambahnya potensi retribusi sampah di kota ini.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, retribusi sampah kita harapkan hanya dari pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM) melalui penarikan pada rekening pembayaran pelanggan sebesar Rp5.000,” katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, mulai tahun ini Dinas Kebersihan juga melakukan penarikan kepada masyarakat nonpelanggan PDAM, termasuk hotel dan restoran.

Menurutnya, penarikan retribusi sampah kepada nonpelanggan PDAM ini diprioritasakan untuk perusahaan seperti hotel baik melati maupun berbintang, restoran dan indekos.

“Kalau rumah-rumah warga di lingkungan-lingkungan kita masih kesulitan untuk melakukan pendataan,” sebutnya.

Meski demikian, pihaknya berharap kepada masyarakat yang non-pelanggan PDAM yang tidak bisa dipungut retribusinya tetap bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Kebiasaan membuang sampah di sungai atau lahan kosong harus dihilangkan, apalagi saat ini kami sudah melengkapi berbagai fasilitas persampahan termasuk gerobak dorong untuk lingkungan padat penduduk,” ujarnya.

Dikatakannya, pembayaran retribusi bagi pelanggan non-PDAM hingga saat ini sudah terealisasi Rp40 juta, dari target Rp150 juta.

“Penarikan retribusi sampah bagi hotel melati ditetapkan sebesar Rp50 ribu sedangkan hotel berbintang Rp200 ribu per bulan,” sebutnya.

Lebih jauh, Gede Brata mengatakan, kenaikan target retribusi sampah itu dipengaruhi juga karena realisasi pungutan retribusi sampah tahun 2015 melampaui target yakni dari Rp4 miliar teralisasi 110 persen atau sekitar Rp4,1 miliar lebih.

“Sementara, realisasi retribusi tahun 2016 hingga saat ini sebesar 24 persen dari Ro4,2 miliar target yang ditetapkan,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat