Dinkes Diminta Lebih Rutin Turun Atasi DBD

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Anggota DPRD Kota Mataram H Faisal meminta Dinas Kesehatan lebih rutin turun sosialisasi kemasyarakat untuk menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang saat ini menjadi atensi pemerintah kota.

“Dinas Kesehatan (Dinkes) harus lebih rutin dan rajin lagi turun mengajak masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (20/4).

Politisi dari Partai Nasdem Kota Mataram ini mengakui, selama ini Dinkes sudah melakukan berbagai upaya dalam penanganan DBD, tetapi kurang rutin.

“Kalau pihak Dinkes rutin dan secara terus menerus turun mengingatkan masyarakat untuk PSN, saya yakin kasus DBD bisa teratasi,” katanya.

Ia mengatakan, yang namanya masyarakat, apalagi masyarakat dengan sumber daya manusia (SDM) di bawah rata-rata harus tetap diingatkan, dan diajak bersama-sama melakukan gerakan PSN.

Di sisi lain, ia juga menyarankan Dinkes agar terus berinovasi dalam menyampaikan sosialisasi dan mengajak masyarakat melakukan gerakan PSN melalui berbagai kegiatan yang bisa menarik perhatian masyarakat secara luas.

“Jadi masyarakat juga bisa menerima informasi itu dengan baik dan gembira apalagi jika langsung dipraktikkan,” ujarnya.

Selain berinovasi, Faisal juga menanggapi terjadinya kasus kematian akibat DBD yang hingga saat ini sudah mencapai lima orang, padahal di tahun 2015 tidak ada satu pun korban DBD.

“Terjadinya kasus kematian ini juga harus menjadi catatan penting penyebabnya, apakah karena pelayanan di puskesmas atau di rumah sakit daerah yang kurang maksimal,” ujarnya.

Terkait penanganan kasus DBD, Komisi IV yang membidangi kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat ini meminta agar pihak puskesmas dan rumah sakit daerah memberikan prioritas bagi pasien DBD.

“Meskipun belum ada rujukan, jika pasien yang datang itu adalah pasien terindikasi DBD maka pihak rumah sakit harus memberikan pelayanan prioritas,” katanya.

Sementara Kepala Dinkes Kota Mataram dr H Usman Hadi sebelumnya mengatakan, kondisi ini merupakan siklus lima tahunan dan terjadi secara nasional, karena lima tahun sebelumnya tidak ada kasus kematian.

“Semoga dengan adanya komitmen perang melawan jentik nyamuk ini bisa menekan angka kasus DBD yang hingga Kamis (14/4) tercatat 412 kasus dengan lima kasus kematian,” katanya.

Sementara, berbagai upaya pencegahan dan antisipasi telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada, mulai dari penyuluhan keliling tentang PSN, pemberian bubuk abate, hingga kegiatan “fogging” lingkungan yang dilakukan pagi dan sore hari. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat