TNI Gagalkan Aksi Preman di Bandara Lombok

LR, oknum preman yang ditangkap Timsus Kodim Loteng saat akan memalak korban di sekitar radius Bandara LIA
LR, oknum preman yang ditangkap Timsus Kodim Loteng saat akan memalak korban di sekitar radius Bandara LIA
Lombok Tengah – Masih saja ada yang mencoba mengganggu situasi Kemaanana Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Lombok International Airport (LIA). Sebagaimana terjadi Selasa (19/4) malam lalu di sekitar jalan bundaran bandara, salah seorang penumpang pesawat yang baru tiba dari Arab Saudi nyaris dipalak yang diduga dilakukan preman.
Saat itu sekitar pukul 20.05 wita, korban Syahban, 37 tahun, asal Gerunung Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, baru turun dari pesawat Garuda GA-440. Ia baru tiba dari Arab Saudi, dijemput oleh adik iparnya menggunakan Mobil Avanza. Saat hendak keluar dari area bandara menuju tollgate melalui bundaran, tiba – tiba pelaku LR, 36 tahun, memepet mobil korban. Rupanya pelaku asal asal Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya itu, menggunakan modus diserempet mobil korban.
LR yang menggunakan motor matic menghentikan mobil tersebut dan mengancam dengan mengatakan, “Berhenti .. Kenapa kamu mau menabrak saya, kamu belum tau saya dari Ketara. Saya baru keluar dari penjara,” demikian kalimat ancaman pelaku, sebagaimana laporan diterima Danrem 162/WB Kolonel Lalu Rudy Irham Srigede, dari Anggota Kodim 1620/Loteng.
Tidak hanya kata kata ancaman, pelaku juga mengeluarkan pisau dari pinggangnya. Mengetahui ada ancaman itu, Syahdan meminta maaf. Tapi aksi Ramli masih berlanjut dan menunggu korban di tollgate.
“ Petugas bandara yg kebetulan melihat kejadian tsb langsung melaporkan kepada Anggota Timsus Kodim 1620/Loteng yang sedang berjaga,” jelas Danrem.
Selanjutnya Timsus yang berada di loby bandara langsung menuju tollgate. Tidak butuh waktu panjang, Timsus menangkap LR. Tidak hanya itu, dua bilah senjata tajam berupa pisau dan keris disita.
senjata tajam yang diamankan petugas dari tangan pelaku
senjata tajam yang diamankan petugas dari tangan pelaku

 

Menurut Danrem, benda tajam itu diduga dipakai mengancam korban dengan tujuan aksi pemerasan. Setelah ditangkap, pelaku langsung diamankan di Pos KP3 Bandara. Selanjutnya LR dan Syahdan dibawa ke Polres Loteng dengan menggunakan mobil Patroli Avsec untuk menjalani dimintai keterangan Polisi. (bh)

style="display:block" data-ad-format="autorelaxed" data-ad-client="ca-pub-9851827640354204" data-ad-slot="6522693599">

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat