in

SATPOL PP Sosialisasi Hindari Konvoi Kendaraan Siswa

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan melakukan sosialisasi ke sekolah sebelum pengumuman kelulusan hasil ujian nasional siswa tingkat SMA/sederajat, untuk menghindari adanya aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan.

“Sebelum pengumuman kelulusan siswa SMA/sederajat, kami akan turun sosialisasi ke sekolah agar siswa di kota ini tidak melakukan aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan,” kata Kasatpol PP Kota Mataram Chairul Anwar di Mataram, Selasa (19/4).

Pengumuman kelulusan siswa tingkat SMA/sederajat di Kota Mataram direncanakan tanggal 7 Mei 2016, namun sebelum itu jajaran Satpol PP akan memberikan sosialisasi kepada siswa agar tidak melakukan aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

“Kita akan mengarahkan pelajar untuk menyumbangkan seragam mereka, dan melakukan syukuran kelulusan dengan berbagai kegiatan positif bukan dengan konvoi kendaraan atau kegiatan negatif lainnya,” ujarnya.

Sementara, lanjutnya, pada hari H pengumuman, Satpol PP akan mengerahkan satu peleton anggotanya untuk melakukan pengawasan secara “mobile” dengan melintasi jalan yang menjadi kawasan pendidikan.

Dalam kegiatan pengawasan aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan ini, Satpol PP Kota Mataram akan bekerja sama dengan aparat kepolisian.

Sementara untuk pengawasan di tingkat lingkungan, sebagai antisipasi adanya aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan di jalan lingkungan, pihaknya akan bekerja sama dengan aparat pemerintah paling bawah dalam hal ini kepala lingkungan, termasuk orang tua.

Kepala lingkungan, masyarakat dan orang tua diharapkan ikut berperan dalam mencegah terjadinya aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan saat pengumuman kelulusan nanti, dengan melaporkan kejadian tersebut ke Satpol PP atau ke kepolisian.

“Dengan demikian, jika ditemukan pelajar yang melakukan aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan akan kita angkut dan proses di kantor,” katanya.

Sanksi pemerosesan baik di kantor Satpol PP maupun di kantor polisi itu sebagai salah satu upaya memberikan efek jera dan sanksi moral bagi para pelajar, dengan harapan tahun depan tidak ada lagi siswa yang melakukan aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram H Sudenom mengatakan, akan mengumumkan kelulusan hasil ujian nasional tingkat SMA/sederajat secara daring (dalam jaringan) atau “online” melalui website pada 7 Mei 2016.

“Upaya ini kita lakukan untuk mencegah siswa ke luar rumah dan melakukan aksi yang tidak diinginkan seperti corat-coret seragam atau konvoi kendaraan,” katanya.

Ia mengatakan, pengumuman kelulusan hasil ujian nasional (UN) melalui laman itu merupakan tahun kedua, setelah dilakukan uji coba pada kelulusan tahun 2015.

Dari hasil uji coba itu, jumlah siswa yang melakukan akitivitas corat-coret seragam atau konvoi kendaraan setelah pengumuman bisa ditekan.

“Kita memang belum bisa menghilangkan kebiasaan ini, tetapi setidaknya bisa kita kurangi secara bertahap dan untuk pengawasan kami akan libatkan Satpol PP Kota Mataram,” katanya. (ant)