Pemkot Mataram Hati-Hati Tetapkan KLM DBD

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berhati-hati dalam menetapan status kejadian luar biasa (KLB) terhadap demam berdarah dengue karena dikhawatirkan dapat berdampak luas.

“Penetapan KLB demam berdarah dengue (DBD) bisa berdampak luas terhadap perkembangan ekonomi, pariwisata dan sosial. Karena itu, kami sangat berhati-hati untuk menentukan KLB atau tidak,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh kepada wartawan di Mataram, Selasa (19/4).

Pernyataan itu dikemukakanya menyikapi adanya desakan dari beberapa pihak yang meminta agar pemerintah kota segera menetapkan Kota Mataram sebagai KLB DBD, karena jumlah kasus DBD sudah mencapai di atas 400 kasus, dengan lima kasus kematian.

Jumlah itu sudah melampaui kejadian di tahun sebelumnya, apalagi untuk kasus kematian pada tahun 2015 tidak ada satu pun kasus kematian akibat DBD.

Dengan berbagai pertimbangan itu, lanjut wali kota, pemerintah kota masih memerlukan waktu untuk mengkaji, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan kondisi perkembangan DBD di Kota Mataram.

“Tetapi, tidak KLB bukan berarti tidak bekerja, sebaliknya pihak Dinas Kesehatan, camat dan lurah sekarang sedang menggencarkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” katanya.

Dinas Kesehatan bahkan sudah melaksanakan berbagai kegiatan antisipasi jauh sebelum musim hujan tiba, mulai dari pembagian bubuk abate yang bisa membunuh jentik nyamuk, pengasapan atau “fogging” di sekolah dan lingkungan hingga PSN.

Dalam hal ini, lanjutnya, pemerintah kota tidak sedikitpun gengsi untuk menetapkan Mataram KLB DBD sebab jika sudah semestinya KLB, pemerintah siap menetapkannya.

“Tapi kondisi saat ini saya rasa belum waktunya, dan kami masih mampu menangani masalah ini lebih optimal lagi,” katanya.

Apalagi, sejak Kamis (14/4), Pemerintah Kota Mataram sudah menyatakan perang melawan jentik nyamuk, dengan menggencarkan kegiatan PSN massal sebagai satu komitmen bersama dalam penanganan DBD.

Terlepas dari apapun status DBD di Kota Mataram saat ini, pemerintah kota harus menyikapi kasus DBD yang setiap hari jumlahnya terus meningkat termasuk kasus kematian.

Data Dinas Kesehatan menyebutkan, jumlah kasus DBD sejak 1 Januari hingga Kamis (14/4), tercatat sebanyak 412 kasus.

Dari 412 kasus itu, sebanyak 283 positif DBD berdasarkan hasil pemeriksaan labolatorium, kemudiaan 73 diduga DBD, 48 menyerupai DBD dan delapan kasus kondisinya parah. Dari delapan kasus yang sudah parah, lima meninggal dan tiga masih dalam perawatan.

Kasus DBD ini sudah terjadi pada 47 kelurahan dari 50 kelurahan yang ada di kota ini, sedangkan tiga kelurahan yang hingga kini belum ada warganya terserang DBD adalah Kelurahan Banjar, Ampenan Utara, dan Bintaro. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat