Sumbawa Barat Ingin Saingi Dompu Produksi Jagung

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin memotivasi para petani di daerahnya untuk kerja keras menanam jagung agar bisa seperti Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat yang sudah lebih dulu dikenal sebagai sentra jagung nasional.

“Di Kabupaten Dompu tidak ada lahan yang tidak ditanami jagung, hanya jalan saja yang tidak ditanami, itu patut dicontoh,” kata Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin, di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (14/4).

Bupati yang didampingi Wakil Bupati Fud Syaefuddin, ketika berdialog dengan para petani pada saat panen raya jagung di Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, menyebutkan potensi lahan kering mencapai di daerahnya mencapai 30.000 hektare (ha).

Namun yang sudah digarap oleh petani, khususnya untuk menanam jagung baru 10 persen, sisanya seluas 20.000 ha masih belum termanfaatkan, baik untuk perkebunan, maupun pertanian tanaman pangan dan palawija.

Puluhan ribu hektare lahan kering yang masih belum dikelola, kata Musyafirin, merupakan potensi yang sangat menjanjikan karena lahan kering lebih unggul dibanding lahan sawah.

“Kalau lahan kering bisa ditanami bermacam komoditas, seperti sayuran, buah-buahan, tanaman perkebunan, dan berbagai jenis tanaman palawija, tidak hanya jagung, tapi juga kedelai, kacang hijau dan ubi kayu,” ujarnya.

Ia mengakui ada banyak kendala untuk memaksimalkan pengelolaan lahan kering tersebut, misalnya ketersediaan pupuk maupun pengairan serta fasilitas pascapanen.

Oleh sebab itu, Musyafirin meminta dinas terkait untuk terus mengawal para petani dalam bercocok tanam dan memberikan motivasi agar mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam lahan kering yang ada.

“Kalau bisa, semua lahan kering di Sumbawa Barat ditanami jagung karena menguntungkan. Dalam satu hektare, jika produksinya mencapai 7 ton, petani bisa mendapat keuntungan sampai Rp10 juta,” katanya.

Ia juga mendorong petani di wilayah lingkar tambang PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) terus semangat bercocok tanam jagung, terlebih perusahaan tambang yang ada di daerahnya memberikan bantuan dan pendampingan mulai dari awal menanam hingga pascapanen.

“Untuk pupuk pemerintah daerah siap memenuhi berapapun kebutuhan pupuk petani. Buatkan saja usulan rencana detail kebutuhan kelompok (RDKK) yang tidak hanya memuat kebutuhan pupuk, tapi juga bibit dan obat-obatan,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat