in

Padi Milik Petani Mataram Dipastikan Bebas Hama Wereng

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Mataram H Mutawalli memastikan sampai saat ini tanaman padi petani milik petani di daerah ini bebas dari hama wereng.

“Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari petani yang mengadukan tanaman padinya terserang hama wereng,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (14/4).

Apalagi, lanjutnya, petani di Kota Mataram sudah melakukan panen lebih dari 1.000 hektare, kegiatan panen diyakini bisa memutus siklus hama.

Menurutnya, pola tanam padi yang terus menerus dapat memicu perkembangan hama wereng, seperti halnya yang terjadi pada puluhan hektare tanaman padi petani di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur.

Di samping itu, kabupaten tersebut memiliki hamparan lahan yang cukup luas dan terus-menerus menanam padi sehingga tidak ada pemutusan mata rantai hama.

“Berbeda kalau di Mataram, hamparan luas lahan relatif sedikit dan tidak menanam padi secara terus-menerus,” katanya.

Dengan adanya pola tanam yang tepat, yakni tidak menanam padi secara terus menerus dapat memutus mata rantai hama wereng di Kota Mataram, dan hamanya akan mencari hamparan padi yang lebih luas.

“Karena itu, untuk sementara petani kita masih aman dari wabah hama wereng, sehingga petani bisa memanen padi dengan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Mutawalli mengatakan, jika melihat hasil panen petani yang telah dilakukan sebelumnya di atas lahan sekitar 1.000 hektare, tercatat hasil panen rata-rata 6,5 ton per hektare.

“Hasil panen petani kita tahun ini relatif meninggkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan hasil rata-rata 6 ton per hektare,” ujarnya.

Dikatakan, kenaikan hasil panen petani itu salah satunya dipengaruhi karena pola tanam petani sudah menggunakan sistem jajar legowo.

Pola tanam jajar legowo ini mampu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi penanaman sehingga meningkatkan produktivitas padi 10 persen hingga 15 persen. (ant)

Tinggalkan Balasan