Program Prolanis Tarik Minat Penderita Diabetes

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Salah satu program promotif dan preventif yang terus dikembangkan BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Nusa Tenggara Barat, yaitu program pengelolaan penyakit kronis (prolanis), mulai menarik minat masyarakat penderita diabetes melitus.

Kanit MPKP BPJS Kesehatan Cabang Mataram Agnes Maria kepada wartawan, Kamis, mengatakan program ini merupakan salah satu bentuk pelayanan langsung yang diberikan kepada para peserta BPJS Kesehatan, khususnya bagi penderita diabetes melitus dan hipertensi.

“Jadi dalam pelaksanaannya kami membentuk klub-klub prolanis di setiap puskesmas yang ada di Kota Mataram. Jadi ada dikhususkan klub bagi penderita diabetes melitus dan klub penderita hipertensi,” kata Maria.

Bahkan, sampai saat ini seluruh puskesmas yang ada di Kota Mataram secara aktif menjalankan program pelayanan bagi masyarakat tersebut.

“Di Kota Mataram saja ada 11 puskesmas. Seluruhnya aktif menjalankan program ini, banyak masyarakat penderita diabetes melitus maupun hipertensi merasakan dampaknya,” ujar perempuan yang biasa disapa Nesti itu.

Program Prolanis ini adalah realisasi dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan menjadi salah satu program promotif dan preventif yang dikembangkan BPJS Kesehatan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), fasilitas kesehatan dan dokter-dokter yang ada di seluruh puskesmas.

“Jadi kegiatan ini dijalankan secara terintegrasi hingga pelaksanaannya di setiap puskesmas yang ada di Kota Mataram,” ucapnya.

Sehingga, kata dia, jika ada peserta BPJS Kesehatan Cabang Mataram yang menderita penyakit diabetes melitus atau pun hipertensi berobat ke rumah sakit, akan ditawarkan untuk mengikuti klub prolanis ini.

“Kita akan rujuk mereka ke puskesmas dekat rumahnya, nanti peran FKTP inilah yang akan melakukan pendataan dari rumah sakit dan menginformasikannya kepada pihak puskesmas, bahwa ada masyarakat di sana yang menderita penyakit diabetes ataupun hipertensi,” katanya.

Sampai saat ini sudah tercatat ada 20 klub untuk penderita diabetes melitus dan 6 klub untuk penderita hipertensi yang tersebar di 11 puskesmas se-Kota Mataram.

“Dari catatan kami, 20 klub klub penderita diabetes melitus sudah terdaftar sebanyak 596 peserta. Sedangkan untuk 6 klub penderita hipertensi tercatat peserta sebanyak 199, mereka sebagian besar tergolong usia lanjut,” ujarnya.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam program prolanis ini banyak memberikan manfaat bagi para peserta, seperti senam diabetes, edukasi penyakit kronis, konsultasi dengan dokter, maupun pemberian obat serta pemeriksaan gula darah dilakukan secara rutin.

“Jadwal kegiatannya disesuaikan dengan keinginan para peserta. Dalam setiap pertemuan, lebih banyak memberikan kesempatan untuk saling berkonsultasi, baik dengan dokter maupun dengan peserta lainnya,” ujar Nesti.

Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat efektif untuk dijalankan, karena dapat membangun emosional antarsesama penderita. Selain itu, lebih memudahkan para peserta untuk berkonsultasi dengan dokter.

“Misalnya kalau penderita ada keluhan tentang penyakitnya, bisa langsung meminta saran masukan dari dokternya, jadi penanganan lebih cepat,” ucapnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat