Penyakit Diabetes Di NTB Masih Tinggi

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat drg Eka Junaidi mengatakan penyakit Diabetes Melitus di daerah itu masih cukup tinggi.

“Untuk angka pastinya kami belum ada, tetapi di NTB penyakit ini masih tergolong tinggi,” kata Eka Junaidi di Mataram, Rabu (13/4).

Ia menjelaskan, penyakit Diabetes Melitus DM, adalah ibu dari segala penyakit karena dari situlah segala komplikasi yang membahayakan nyawa penderita berasal.

Sebab, kata dia, meski penyakit tersebut tidak menular, namun jika dibiarkan terus menerus justru akan lebih berbahaya.

“Penyakit ini erat kaitannya dengan prilaku manusia, terutama gaya hidup,” katanya.

Menurut dia, khusus NTB penyakit tersebut masih menjadi momok. Karena dari beberapa penyakit, DM menjadi penyakit tertinggi ketiga penyebab kematian di daerah itu. Bahkan, jumlahnya terus diperkirakan akan bertambah.

“Ini bisa dicegah jika semua masyarakat merubah gaya hidupnya. Kalaupun ada penderita diminta secara kontinue untuk melakukan cek up dan meminum obat dari resep yang diberikan dokter,” jelasnya.

Eka menambahkan, saat ini penderita DM didominasi manusia dengan umur 40 tahun keatas. Kendati demikian, diakui Eka, terdapat kecenderungan penderita penyakit tersebut justru kini mulai muncul di usia 30 tahun ke atas.

“Salah satu faktor mengapa usia 30 tahun bisa terkena DM, yaitu pengaruh gaya hidup. Kalau sudah seperti itu kita meminta masyarakat untuk waspada,” terangnya.

Lebih lanjut, Eka mengatakan, dalam usaha mengurangi penyakit itu, dibutuhkan infrastruktur yang baik. Selain itu, pelayanan kesehatan sangat di butuhkan. Bahkan, mulai tahun 2015 sampai sekarang, pihaknya bersama puskesmas di kabupaten/kota telah terbentuk 40 unit posko terpadu.

“Posko ini sudah mulai bekerja, dimana posko ini juga tempat pemeriksaan jenis penyakit yang lain, sehingga tidak terlama sudah bisa diperoleh hasilnya,” tandas Eka Junaidi.

Karena itu, kata Eka, penyakit ini bisa di cegah apabila masyarakat mau merubah pola hidup, termasuk melakukan aktivitas olahraga. Karena banyak diantara masyarakat tidak sadar jika terkena diabetes, ketika kondisi penyakitnya sudah dalam keadaaan parah baru menyadari.

“Jadi secara rutin kita juga harus melakukan cek up dan olahraga. Karena dengan begitu tubuh menjadi lebih bugar,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat