NTB Tidak Memperoleh Haknya Terkait Dividen Newmont

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa serta Sumbawa Barat merasa tidak memperoleh dividen sesuai haknya dari PT Multi Daerah Bersaing atas kepemilikan saham PT Newmont Nusa Tenggara dengan alasan perusahaan mengalami kerugian.

Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Nusa Tenggara Barat (NTB) Manggaukang Raba, di Mataram, Rabu, mengatakan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah membagi dividen ke PT Multi Daerah Bersaing (MDB) tahun 2010 sebesar 146 juta dolar Amerika Serikat (USD), dan tahun 2011 sebesar 40 juta USD, serta dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) senilai 38 juta USD.

“Tapi pada kenyataannya PT Daerah Maju Bersaing (DMB) hanya mendapatkan “advance” sebesar 4 juta USD, padahal pada 2010 MDB memperoleh bagian dividen 146 juta USD dari Newmont,” katanya.

Kemudian pada 2011, kata dia, MDB memperoleh pembagian dividen dari Newmont sebesar 40 juta USD, namun yang diberikan ke DMB hanya 30 juta USD.

PT MDB dan PT Multi Capital juga berjanji akan memberikan 8,3 juta USD pada 2012, meskipun tidak ada pembagian dividen dari PTNNT, namun yang direalisasikan hanya 1,748 juta USD.

Upaya memprotes tidak diberikannya hak yang sesuai atas dividen tersebut, kata Manggaukang, sudah disampaikan melalui pertemuan dengan jajaran PT MDB, PT Multi Capital dan PT DMB di lantai 11 Bakrie Tower, Jakarta, pada 5 April 2016.

Hadir pada pertemuan tersebut anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dan anggota Komisi II DPRD Sumbawa.

“Saya juga hadir karena bertanggung jawab juga atas permasalahan tersebut. Dari hasil pertemuan itu, kesimpulan saya PT MDB dan PT Multi Capital tidak ada niat baik membayar dividen kepada NTB,” ujarnya.

Terkait dengan upaya yang akan ditempuh Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, kata Manggaukang, masih menunggu keputusan dari Pansus DPRD Kabupaten Sumbawa Barat.

“Pansus sedang merumuskan langkah-langkah selanjutnya dan tetap bertahan untuk menagih dividen sesuai kesepakatan pada awal terbentuknya konsorsium,” katanya.

PTNNT adalah perusahaan tambang tembaga dan emas yang beroperasi di Batu Hijau, Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, berdasarkan kontrak karya generasi IV yang ditandatangani pada 2 Desember 1986 Saat ini, saham PTNNT dimiliki oleh empat grup besar yaitu Nusa Tenggara Partnership B.V (NTP), PT Multi Daerah Bersaing (PT MDB), PT Pukuafu Indah (PT PI) dan PT Indonesia Masbaga Investama. Saat ini, sebesar 7 persen saham asing yang dimiliki Nusa Tenggara Partnership tengah ditawarkan untuk proses divestasi.

PT MDB merupakan perusahaan patungan yang dibentuk oleh PT Daerah Maju Bersaing (DMB), dan PT Multi Capital, atau anak usaha PT Bumi Resources Tbk) yang dinyatakan berhak digandeng untuk mengakuisisi sebagian saham Newmont, melalui proses “beauty contest” yang digelar PT DMB.

PT DMB sendiri merupakan perusahaan konsorsium antara Pemerintah Provinsi NTB beserta Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, yang dibentuk untuk membeli 10 persen saham yang menjadi hak pemerintah daerah jatah divestasi 2006 dan 2007.

Sampai Maret 2010, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, beserta mitra investornya sudah menguasai 24 persen saham PTNNT. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat