KPU NTB Tak Akan Gubris Surat Golkar

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Sekretaris KPU Nusa Tenggara Barat Mars Ansori Wijaya menegaskan KPU tidak memiliki kewenangan menggubris surat yang berasal dari Partai Golkar bilamana surat tersebut tidak berasal dari DPRD NTB.

“Secara aturan dan ketentuan, KPU tidak bisa memproses surat yang berasal dari Parpol. KPU akan memproses jika ada surat dari lembaga DPRD dimana H Umar Said bernaung saat ini,” kata Mars Ansori Wijaya menyikapi surat tembusan dari Partai Golkar kepada KPU NTB terkait pemberhentian H Umar Said dan H Muhammad Amin dari keanggotaan partai kepada wartawan di Mataram, Kamis (14/4).

Dia mengakui, jika pihaknya sudah menerima surat dari DPD Partai Golkar NTB itu. Namun demikian, kata dia, pemberhentian antarwaktu H Umar Said dari anggota DPRD NTB Baru bisa diproses jika sudah ada surat permintaan dari pimpinan DPRD, bukan surat yang berasal dari partai politik.

“Kalau ada surat itu baru kita memproses, kemudian dibahas dalam rapat pleno untuk kemudian diputuskan. Kalau belum ada surat dari DPRD kita tidak akan memproses karena mekanisme dan ketentuannya seperti itu,” jelasnya.

Menurut dia, untuk memproses surat permintaan pergantian antarwaktu (PAW), KPU tidak membutuhkan waktu lama, cukup lima hari sudah bisa selesai. Asalkan, sudah ada surat resmi yang dilayangkan DPRD NTB ke KPU, bukan surat dari pihak lain.

“Jadi surat yang akan di proses KPU itu, adalah yang sah dari DPRD NTB. Jadi tidak ada istilah surat dari partai politik atau dualisme partai politik. Tetapi kalau pemberitahuan dari parpol tidak ada masalah,” katanya.

Sebelumnya, DPD Golkar NTB melayangkan surat ke DPRD NTB terkait pemberhentian H Umar Said dan H Muhammad Amin dari keanggotaan partai. Selain DPRD NTB, surat tersebut ditembuskan ke Ketua Umum DPP Golkar di Jakarta, Gubernur NTB, KPU NTB, dan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD NTB.

Dalam suratnya, DPP Partai Golkar memberhentikan Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin dan Ketua DPRD NTB H Umar Said dari seluruh keanggotaan Partai Golkar.

Surat pemberhentian Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin dan Ketua DPRD NTB H Umar Said dari keanggotaan Partai Golkar itu, dikirim oleh DPD Golkar NTB berdasarkan Surat Keputusan DPP Partai Golkar ke Sekretariat DPRD NTB.

Terdapat dua surat yang dilayangkan Partai Golkar ke DPRD NTB, yakni surat yang dilayangkan DPD Golkar NTB bernomor 42/Golkar-NTB/IV/2016 tertanggal 11 April 2016.

Surat tersebut, mengacu keputusan DPP Partai Golkar Nomor KEP-98/DPP/Golkar/III/2016 tentang Pemberhentian dari Partai Golkar, untuk melengkapi surat DPD Golkar NTB Nomor 17/Golkar-NTB/II/2016 perihal surat pergantian antarwaktu PAW (PAW) H Umar Said tertanggal 4 Februari 2016.

Surat tersebut ditandatangani langsung Ketua dan Sekretaris DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Idrus Marham pada 31 Maret 2016. Surat tersebut juga ditandatangani Ketua DPD Golkar NTB H Moh Suhaili FT dan Wakil Sekretaris DPD Golkar NTB Agussalim H Iskandar. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat