Wow…NTB Cabut Ratusan Izin Pertambangan

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan mencabut 109 izin usaha pertambangan (IUP) yang tidak clean and clear (CnC) di daerah itu.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Muhammad Husni di Mataram, Selasa, mengatakan ke 109 IUP tersebut, merupakan bagian dari 114 perusahaan yang mendapat evaluasi dari pemerintah, karena masa berlaku IUP sudah habis.

“Dari 114 IUP itu yang sudah dievaluasi ada lima yang direkomendasikan clean and clear (CnC), selebihnya akan dicabut,” kata Husni.

Dia menjelaskan, pencabutan IUP 114 baik perusahaan dan perorangan itu dilakukan seiring perubahan kewenangan bidang mineral dan bahan tambang dari pemerintah kabupaten/kota ke provinsi. Dimana ke 114 IUP itu, dua dari pertambangan bahan galian logam dan batuan.

“Paling banyak ini IUP untuk bahan galian C, seperti batu, pasir, dan tanah uruk,” ujarnya.

Ia menuturkan, meski nantinya ke 114 IUP tersebut dicabut. Bukan berarti tunggakan pajak kepada negara ikut pula hangus. Melainkan, biaya pajak tersebut akan tetap tercatat sebagai tagihan atau utang terhadap negara.

“Kalau izin bisa dicabut, tetapi kewajiban pajak tidak bisa, meski tidak ditagih itu akan tetap tercatat sebagai penerimaan negara yang harus tetap dibayar oleh para pemilik IUP,” jelasnya.

Sebab, kata dia, penerimaan bagi negara itu diatur dalam Peraturan Menteri ESDM, Nomor 43 tahun 2015 tentang Tata Cara Evaluasi Penerbitan Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Menurut Husni, total tunggakan yang belum juga dibayarkan oleh keseluruhan perusahaan tersebut mencapai Rp17 miliar lebih. Tunggakan tersebut nantinya akan harus disetorkan kepada negara melalui Dirjen Mineral Batu Bara Kementerian ESDM.

“Sebetulnya tunggakan ini sudah lama dan hingga kini belum juga dibayar. Posisi pemerintah provinsi sifatnya hanya membantu pemerintah pusat. Kalaupun nantinya belum juga lunas tetap akan menjadi tagihan pusat yang ditangani Dirjen Minerba,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat