Petani Sumbawa Barat Tunda Jual Jagung

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Sumbawa Barat – Para petani jagung di Desa Sepakek, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat menunda menjual jagung hasil taninya karena belum memperoleh kepastian harga yang layak.

“Hampir semua petani di desa saya sudah panen, tapi mereka menunda untuk menjual karena belum mendapatkan informasi harga yang layak dari pembeli,” kata Dirhan, salah seorang petani sekaligus nelayan di Desa Sepakek, Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (11/4).

Menurut dia, jagung hasil panen tersebut bisa tersimpa di tengah sawah hingag dua bulan sampai pembeli datang menawarkan harga yang menguntungkan para petani.

“Dikumpulkan dalam wadah seperti kolam yang terbuat dari bambu. Ditumpuk jadi satu, kemudian ditutup terpal pada malam hari agar tidak basah atau kena hujan, kemudian siang hari dibuka agar kering oleh sinar matahari,” ujarnya.

Dirhan menyebutkan, para petani menanam jagung di lahan milik perusahaan tambang udang yang beroperasi di desanya. Masing-masing petani mengelola lahan dengan sistem hak guna usaha selama bertahun-tahun sampai nantinya lahan tersebut digunakan oleh perusahaan.

Hasil produksi jagung yang dihasilkan dalam satu hektare lahan bisa mencapai lima sampai enam ton, tergantung kondisi cuaca dan serangan hama serta penyakit.

Ia berharap harga jagung pada musim tanam tahun ini bisa mencapai 3.000 per kilogram (kg), agar petani tidak rugi karena biaya produksi mencapai Rp5 hingga Rp6 juta per hektare, di luar ongkos buruh petik.

“Kalau tahun lalu, harga jagung pipilan kering di tingkat petani Rp2.300/kg. Ada keuntungan yang diperoleh petani, tapi sangat kecil. Apalagi kami berhutang di bank untuk modal usaha tani,” tutur Dirhan.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Liang Koro Desa Sepakek Syarifuddin Aries, mengatakan usaha tani jagung cukup membantu perekonomian para nelayan di desanya, meskipun hasilnya tidak begitu besar akibat harga yang rendah pada musim panen raya.

“Di desa ini ada nelayan yang juga sampingan budi daya rumput laut, menanam jagung sambil mencari ikan di laut. Kalau kondisi cuaca bagus, baik di darat maupun di laut nelayan bisa menikmati hasil yang lumayan,” katanya.

Ia berharap harga jagung sesuai dengan yang ditetapkan Kementerian Perdagangan, yakni Rp3.150/kg dengan kadar air 15 persen, Rp3.050/kg (kadar air 20 persen), Rp2.850/kg (kadar air 25 persen), Rp2.750/kg (kadar air 30 persen), Rp2.500/kg (kadar air 35 persen).

Peraturan Menteri Perdagangan tersebut berlaku mulai 1 April 2016 hingga 31 Maret 2017. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat