Konsumsi Sabu, Tiga Pelajar SMA Di Rehabilitasi BNN Kota Mataram

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mataram, Nusa Tenggara Barat, saat ini sedang melakukan rehabilitasi terhadap tiga pelajar SMA di kota ini.

“Tiga pelajar ini sedang mengikuti rehabilitasi melalui program rawat jalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan,” kata Kepala BNNK Mataram Nur Rachmat di Mataram, Selasa (12/4).

Ia mengatakan, rehabilitasi yang dilakukan tiga pelajar SMA Kota Mataram itu setelah dilakukan penyelamatan oleh tim dari BNNK Mataram di rumah mereka ketika sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

“Kami berhasil melakukan penyelamatan tiga pelajar laki-laki ini berdasarkan hasil laporan dari masyarakat sekitar,” kata Nur Rachmat yang tidak mau menyebut identitas jelas tiga pelajar itu.

Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan dan membuktikan bahwa tiga pelajar itu hanya sebagai pengguna, BNNK mengambil kebijakan untuk melakukan rehabilitasi terhadap mereka.

Jadi selama rehabilitasi, katanya, mereka tetap bisa melanjutkan pendidikannya dan pada jadwal yang telah ditentukan mereka harus datang ke klinik di BNNK untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan, tentunya dengan didampingi orang tua mereka.

“Kita memutuskan melakukan rehabilitasi karena mereka terbukti sebagai pengguna, jika terbukti sebagai pengedar kasusnya akan berbeda sebab mereka harus berurusan dengan aparat penegak hukum,” katanya.

Menurutnya, selain tiga pelajar itu BNNK juga saat ini sedang menangani rehabilitasi rawat jalan kepada 77 orang warga kota yang atas kesadarannya sendiri datang ke klinik BNNK untuk mendapatkan pengobatan.

Jumlah itu berdasarkan angka kumulatif sejak 1 Januri 2016, atau setelah BNNK Mataram berstatus sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) pada akhir tahun 2015, seperti sebuah rumah sakit jiwa dengan menyiapkan dua orang dokter spesialis.

“Jadi mereka ini datang ke klinik BNNK untuk berobat dan benar-benar ada keinginan untuk sembuh. Jadi total masyarakat yang kami sedang rehabilitasi saat ini sebanyak 80 orang, termasuk tiga pelajar itu,” sebutnya.

Dikatakannya, di samping melaksanakan program rehabilitasi, BNNK juga melaksanakan program pascarehabilitasi yakni pendampingan dan pemantauan.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, setelah program rehabilitasi selesai, masyarakat langsung dilepas sehingga mereka bertemu dengan temannya lagi dan menggunakan narkoba lagi,” katanya.

Tetapi, mulai tahun ini BNNK telah menerapkan program pendampingan pascarehabilitasi, dimana petugas akan melakukan kontrol dan dipastikan tidak menggunakan narkoba lagi dan produktif di tengah masyarakat. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat