Keluarga Pasien Mengaku Diusir Oknum Pegawai RSUP NTB dari IGD

Suasana IGD RSUP NTB (net)
Suasana IGD RSUP NTB (net)

kicknews.today Mataram -Perbuatan tidak mengenakan terjadi di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP NTB, kemarin. Keluarga salah satu pasien asal Bima diusir oknum pegawai IGD. Sikap arogan oknum pegawai tersebut cukup disesalkan. Apalagi, pengusiran itu disaksikan banyak orang.

”Saya cukup sesalkan sikap oknum pegawai RSUP. Pengusiran itu cukup melukai hati kami,” kata keluarga pasien Fathur, Selasa (12/4).

Berdasarkan penuturan Fathur, dirinya bersama tiga orang keluarganya baru saja duduk di luar ruang IGD. Kemudian, mereka masuk dengan maksud untuk pamitan. Pasien yang baru masuk itu (kemarin) adalah orang tuanya.

”Saya mau pamitan untuk pergi ke rumah saudara di Mataram,” ungkap dia. Ketika hendak pamitan, kebetulan di dekat ruang rawat orang tuanya, ada pasien yang dirawat karena kecelakaan. Mereka sempat melihat ke arah korban yang sedang dirawat oknum pegawai itu.”Tak sampai lima menit kami lihat,” terang dia.

Tiba-tiba oknum pegawai RSUP yang menangani pasien kecelakaan menghampiri mereka dengan wajah masam. Ia memarahi keluarga pasien tersebut dan mengusir agar keluar dari ruang IGD. Perempuan yang memakai baju merah hati dipadu kerudung warna kuning mengusir keluar keluarga pasien. ”Keluar, keluar, keluar,” kata dia menirukan gaya pengusiran perempuan berkacamata itu.

Lantas salah seorang keluarga pasien keberatan dengan cara teguran oknum pegawai tersebut, apalagi mengunakan cara seperti itu. Fathur menganggap teguran seperti itu tidak seharusnya dilakukan mereka sebagai pelayan masyarakat. Ada cara-cara yang lebih elegan untuk mengingatkan keluarga pasien.

”Salah satu keluarga saya sempat adu mulut dengan oknum pegawai itu,” terang dia.Sementara, keluarga pasien lainnya, Yan mengaku sangat memahami tugas oknum pegawai itu. Tapi cara oknum pegawai tersebut yang membuatnya keberatan.

”Akhirnya kami keluar dari ruangan. Kemudian pegawai juga menyuruh mengeluarkan barang-barang kami dari kamar IGD,” terang dia.

Kasubaghumas RUSP NTB Solikin yang dikonfirmasi meminta maaf atas sikap oknum petugas yang mungkin dianggap kurang sopan. Ia mengatakan, perlu dimaklumi juga jika IGD tempat steril dan tidak diperkenankan berkunjung, kecuali satu pendamping pasien.

”Itu biar ada ruang untuk tim kami bekerja dan kenyamanan pasien,” katanya dihubungi via ponsel, kemarin.
Ia meminta juga pengertian. Sebab, pegawai perlu ruang dan kerjasamanya dengan pasien maupun keluarga pasien. Itu semua demi kenyamanan pasien juga.

”Ini miss komunikasi saja,” jelasnya. Kejadian ini, lanjut dia, akan menjadi bahan perbaikan. Solikin berjanji akan melanjutkan informasi tersebut kepada pihak manajemen. ”Saya sudah meminta supervisor untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” tandasnya. (dd/he)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat