DPRD Usulkan Pembinaan Pedagang ‘Tuak’ Sebelum Di Tertibkan

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – DPRD Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengusulkan agar eksekutif mengumpulkan pedagang minuman keras tradisional untuk diberikan pembinaan sebelum dilakukan penertiban secara masif.

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram I Wayan Sugiartha di Mataram, Selasa, mengatakan dikumpulkannya ratusan pedagang minuman keras tradisional atau biasa disebut “tuak” ini penting sebagai pembinaan sekaligus sosialisasi terhadap peraturan yang ada.

“Saat mengumpulkan pedagang tuak, eksekutif bisa menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Mataram sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2015 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol, termasuk minuman keras tradisional,” sebutnya.

Ia menilai, rencana pemerintah kota yang akan memberikan kompensasi terhadap para pedagang tuak sebelum ditertibkan sangat bagus.

Namun, alangkah baiknya jika pemerintah kota bisa terlebih dahulu melakukan pendekatan dengan mengumpulkan mereka sekaligus sebagai bentuk pembinaan tentang peluang wirausaha baru.

“Dengan demikian, para pedagang tuak memiliki gambaran usaha apa yang akan mereka buka setelah usaha mereka ditutup dan dana kompensasi bisa diberikan tepat sasaran,” katanya.

Meski demikian, dalam sosialisasi itu pemerintah juga harus menginformasikan bahwa dalam perda itu terdapat pengecualian.

“Pengecualiannya adalah tuak boleh dijual untuk kegiatan adat dan keagamaan. Selain itu silakan eksekutif melakukan penertiban dan tidak tebang pilih,” katanya.

Di sisi lain, politisi dari Partai PDIP Kota Mataram ini menilai, menjamurnya pedagang tuak yang saat ini mencapai hingga 268 pedagang bukan hanya karena lemahnya pengawasan dari pihak eksekutif.

Akan tetapi, kata pria yang kerap disapa Sugiartha ini, menjamurnya pedagang tuak juga karena adanya permintaan.

“Di sini berlaku hukum ekonomi, karena banyaknya konsumen yang mencari maka pedagang pun menjamur, karena pedagang menilai usaha itu cukup potensial,” ujarnya.

Pemerintah Kota Mataram sebelumnya berencana akan memberikan kompensasi berupa uang tunai kepada para pedagang minuman keras tradisional agar mereka memiliki modal untuk beralih profesi dan meninggalkan profesi lamanya.

Upaya ini, kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, dilakukan untuk menghindari terjadinya resistensi atau perlawanan dari pedagang dan pemilik kafe yang terindiasi menjual minuman keras tradisional karena akan segera ditertibkan.

“Kompensasi ini merupakan upaya menawarkan solusi yang lebih efektif dan sebagai modal awal bagi para pedagang yang akan ditertibkan untuk dapat memulai usaha lain,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat