in

Hasil UN SMA Mataram Diumumkan Secara Daring

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan mengumumkan kelulusan hasil ujian nasional tingkat SMA/sederajat secara daring melalui laman mereka pada 7 Mei 2016.

“Upaya ini kita lakukan untuk mencegah siswa ke luar rumah dan melakukan aksi yang tidak diinginkan seperti corat-coret seragam atau konvoi kendaraan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram H Sudenom di Mataram, Senin (11/4).

Sudenom yang ditemui di sela pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Mataram mengatakan pengumuman kelulusan hasil ujian nasional (UN) melalui laman itu merupakan tahun kedua, setelah dilakukan uji coba pada kelulusan tahun 2015.

Dari hasil uji coba itu, jumlah siswa yang melakukan akitivitas corat-coret seragam atau konvoi kendaraan setelah pengumuman bisa ditekan.

“Kita memang belum bisa menghilangkan kebiasaan ini, tetapi setidaknya bisa kita kurangi secara bertahap,” katanya.

Dia mengatakan Dikpora sama sekali tidak memperbolehkan adanya kegiatan corat-coret seragam atau konvoi kendaraan.

Karena itu, mulai dari sekarang pihaknya telah meminta semua kepala sekolah SMA/sederajat untuk mengingatkan siswanya agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya dan orang lain.

“Peran serta orang tua dalam hal ini juga sangat penting, karena itu kami berharap kepada orang tua agar bisa menjaga dan mengawasi anak-anaknya sehingga tidak melakukan hal-hal negatif tersebut,” katanya.

Namun Sudenom mengaku belum bisa menerapkan pemberian sanksi kepada siswa yang akan melakukan corat-coret seragam atau konvoi kendaraan dengan melakukan penahanan ijazah.

Alasannya, karena untuk mengubah kebiasaan siswa yang merayakan kelulusan dengan corat-coret seragam atau konvoi kendaraan membutuhkan waktu.

Meski demikian, katanya, pada saat pengumuman kelulusan pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Mataram untuk melakukan patroli dan menangkap siswa yang terbukti melakukan aksi corat-coret apalagi konvoi kendaraan.

“Jadi sanksinya kita serahkan ke Satpol PP untuk memberikan pembinaan dan arahan agar bisa berdampak secara mental dan psikologi. Bila perlu panggil orangtuanya,” katanya.

Ia mengakui Kota Mataram kerap menjadi tempat kegiatan corat-coret seragam dan konvoi kendaraan pascapengumuman kelulusan sehingga banyak juga ditemukan siswa luar kota melakukan konvoi di kota itu.

“Meskipun demikian, saya tetap tekankan jangan sampai ada siswa Kota Mataram yang melakukan hal itu dan siswa kota harus memberikan contoh yang baik bagi siswa lainnya,” katanya. (ant)

Tinggalkan Balasan