in

Pemkot Mataram Berikan Kompensasi Pedagang Miras Agar Beralih Profesi

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berencana akan memberikan kompensasi berupa uang tunai kepada para pedagang minuman keras tradisional agar mereka memiliki modal untuk beralih profesi dan meninggalkan profesi lamanya.

“Upaya ini kita lakukan untuk menghindari terjadinya resistensi dari pedagang dan pemilik kafe yang terindikasi menjual minuman keras tradisional karena akan segera ditertibkan,” Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dalam rapat koordinasi di Mataram, Senin (11/4).

Di hadapan Asisten II Setda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito bersama segenap camat, lurah dan Kepala SKPD lingkup Kota Mataram, wakil wali kota mengatakan, tanpa pemberian kompensasi maka substansi masalah tidak akan dapat diselesaikan.

Karena itu pihaknya berupaya untuk menawarkan solusi yang lebih efektif dengan pemberian kompensasi yang dimaksudkan sebagai modal awal bagi para pedagang yang akan ditertibkan untuk dapat memulai usaha lain.

“Besaran kompensasi akan yang akan diberikan diformulasikan terlebih dahulu supaya ada kepantasan, dan disesuaikan dengan besaran usaha para pedagang yang ada dengan dibagi dalam tiga kategori, kecil, sedang, dan besar,” sebutnya.

Ia mengatakan, setelah pendataan yang dilakukan oleh camat dan lurah tercatat di Kota Mataram terdapay 268 pedagang minuman keras tradisional.

“Dengan kategori pedagang besar, sedang, maupun kecil, selanjutnya tugas para camat dan lurah adalah membantu para pedagang yang akan ditertibkan untuk mengelompokkan serta membuat proposal secara kolektif agar dana kompensasi dapat dicairkan dalam bentuk bantuan sosial,” katanya.

Setelah itu, lanjutnya, barulah semua pihak yang terlibat dalam tim penertiban bergerak secara masif melakukan eksekusi yang telah mendapat dukungan komitmen yang sama dari pihak TNI dan Kepolisian.

“Persoalan ini harus secara maraton diselesaikan,” katanya menegaskan.

Menurutnya, sambung Mohan, secara omset mungkin para pedagang tersebut tidak terlalu besar bahkan mungkin relatif kecil.

Namun dia, lebih melihat kepada dampak yang ditimbulkan dari konsumsi minuman keras tersebut yang menurutnya telah menimbulkan banyak permasalahan dikalangan masyarakat.

“Kerap kali minuman keras ini menjadi pemicu konflik yang tidak jarang bahkan melebar menjadi konflik yang melibatkan kelompok-kelompok masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Mataram memberikan atensi yang luar biasa untuk mengatasi sumber permasalahan ini, dan bertekad akan mengawal sampai tuntas.

Sementara Asisten II Setda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito menggaris bawahi pernyataan wakil wali kota mengenai pemberian kompensasi sebagai modal awal untuk memulai usaha di bidang lain.

Tujuanya, untuk memastikan agar para pedagang tersebut tidak kembali ke usaha lamanya menjual minuman keras, pihaknya akan menyiapkan surat pernyataan yang harus ditanda tangani para pedagang untuk tidak lagi menjual minuman keras.

“Kita bercermin pada berita tentang pelajar yang tertangkap pesta minuman keras, dan di Mataram mungkin lebih parah hanya saja belum sempat terungkap,” katanya menduga. Budi Suyanto (ant)

Tinggalkan Balasan