Lolos dari Dua Pelabuhan, Dua Truk Kayu Dihentikan di Lombok Barat

Barang bukti truk kayu yang diamankan di jembatan timbang Lembar, Lombok Barat.
Barang bukti truk kayu yang diamankan di jembatan timbang Lembar, Lombok Barat.

kicknews.today Lombok Barat – Pekan lalu, tim gabungan Kodim Sumbawa bersama Polri dan Dishut menggerebek kegiatan pembalakan di kawasan Perhutani Desa Olat, Sumbawa. Bukannya jadi pembelajaran. Mafia kayu masih terus berusaha melakukan penyelundupan. Minggu (10/4) sore kemarin anggota TNI kembali gagalkan dugaan penyeludupan kayu di Kecamatan Lembar Lombok Barat, setelah lolos dari penyebrangan di Pelabuhan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Pelabuhan Kayangan Lombok Timur.

Informasi disampaikan Danrem 162/WB kepada kicknews.today, sekitar pukul 15.30 Wita dua truk masuk ke jembatan timbang di Jalan Raya Lembar Kecamatan Lembar Lombok Barat. Dipimpin oleh Pasi Intel Kodim 1606/Lombok Barat, Kapten Inf Asep Okinawa, lantas menggeledah truk tersebut bersama 7 personel dari KPH Provinsi NTB, 4 orang Dinas Perhubungan, 6 orang Satker Bulog.

“Informasi awal, dua truk itu bermuatan kayu yang diduga bermasalah dokumennya akan dibawa ke Jawa,” kata Danrem.

Satu per satu diperiksa. Truk nopol DK 9682 WJ yang dicek, ternyata bermuatan kayu jati sebanyak 8 kubik. Truk dikemudikan yang dikemudikan Sirajuddin AB, 28 tahun, alamat Pondok Nusantara RT/RW 003/019 Labuan Sumbawa Labuan Badas Kabupaten Sumbawa Besar. Sopir mengakui kayu itu akan dibawa ke Blora, Jawa Tengah.

Truk kedua, nopol DK 9535 FE, memuat kayu klicung sebanyak 4 kubik, dikemudikan Dedi Safruddin, 39 tahun, alamat Dusun Pisang Kemang RT/RW 001/002 Desa Spakat Plampang Sumbawa Besar. Jalurnya berbeda. Sopir mengaku, kayu akan dibawa ke Pasuruan, Jawa Timur.

Danrem menjelaskan, tim gabungan kemudian melakukan pemeriksaan kelengkapan surat- surat yang dibawa oleh kedua pengemudi. “Dan dari KPH menemukan adanya kejanggalan pada kedua surat truk tersebut,”kata Danrem.

Sebagao tindak lanjut, tim KPH Provinsi NTB berkoordinasi dengan KPH Sumbawa untuk mengkonfirmasi tentang asal usul kayu yang akan dibawa ke luar NTB itu.

“Sampai saat ini sambil menunggu hasil konfirmasi, kedua truk tersebut masih diamankan di Jembatan Timbang Lembar dengan pengawasan dari anggota Pos Ramil Lembar,” kata Danrem. (*)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat