in

Tidak Ikut Ujian Serentak, Belasan Siswa Mataram Ikut Ujian Susulan

ilustrasi lembar jawaban
ilustrasi lembar jawaban
ilustrasi lembar jawaban

kicknews.today Mataram – Sedikitnya 14 siswa SMA/sederajat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menjadi peserta ujian susulan karena tidak mengikuti ujian nasional serentak 4-7 April 2016.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram H Lalu Hamid di Mataram, Sabtu, mengatakan 14 siswa yang akan mengikuti ujian susulan itu berasal dari empat sekolah.

Dengan rincian, satu orang dari siswa SMA Trisakti, satu siswa dari SMAN 3, SMA Model Nurul Janah sebanyak dua siswa dan sembilan siswa dari SMK Pariwisata Mataram.

Dari empat sekolah itu, hanya SMAN 3 yang melaksankan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), sementara tiga sekolah lainnya menggunakan ujian manual.

“14 siswa ini terpaksa mengikuti ujian susulan karena ketika ujian nasional berlangsung, mereka dalam keadaan sakit,” katanya.

Dikatakannya, ujian susulan untuk UN manual, dilaksanakan pada tanggal 11-13 April 2016 untuk tingkat SMA/MA/SMLB , sedangkan untuk tingkat SMK ujian susulan dilaksakan 11-14 April 2016.

“Sementara ujian susulan untuk peserta UNBK tingkat SMA/MA dilaksanakan pada tanggal 18-20 April 2016,” katanya.

Menurutnya, dalam ujian susulan untuk peserta UN manual tersebut pihaknya telah menyiapkan soal yang tentunya berbeda dengan UN serentak dan akan dilaksankan di masing-masing sekolah.

“Diharapkan pihak sekolah saat ini sudah menginformasikan atau menghubungi siswanya yang akan mengikuti ujian susulan, agar bisa datang tepat waktu,” katanya.

Hamid mengatakan kebijakan ujian susulan ini dimaksudkan memberikan kesempatan para siswa agar dapat menuntaskan pendidikannya.

Upaya ini sekaligus untuk menyukseskan program wajib belajar 12 tahun, sebagai salah satu pemenuhan hak anak serta mendukung Mataram sebagai kota layak anak tahun 2018.

“Jangan sampai hanya karena sakit saat UN, mereka dinyatakan tidak lulus atau gagal menyelesaikan pendidikannya, sementara mereka sudah mengikuti pendidikan selama tiga tahun,” katanya. (ant)