Aksi Cleaning Service Diduga Selundupkan TKI, Digagalkan TNI

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Praya – Penyelundupan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi cerita lama dan terus menjadi kasus baru yang berulang. Modusnya beragam. Menggunakan banyak pihak yang tak diduga duga. Seperti upaya penyelundupan TKI di Lombok Internasional Airport (LIA), Minggu (10/4) lalu.

Penggagalan penyelundupan TKI itu dilakukan sekitar Pukul 10.15 Wita. Berawal dari upaya seorang cleaning service LIA hendak membantu meloloskan penyelundupan TKW asal Kabupaten Dompu .

Kronologi kejadian, sekitar Pukul 10.00 Wita, empat orang calon TKI yang dipimpin oleh Much yang beralamat di Jalan Syiah Kuala LR Imum Berdan Tualang Teungoh, Kota Langsa Aceh, masuk ke ruang X-ray.

Mulai dari ruang X-Ray itu sudah dikawal oleh cleaning service berinisial LJ. Setelah melewati X-ray, ke empat orang tersebut diarahkan oleh RJ menuju ke ruang check in Internasional. “Namun ketika naik melalui escalator, dicegat oleh anggota Kodim,” kata Danrem 162/ WB Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede, ST.,MSi kepada kicknews.today sore kemarin.

Dari pengecekan dokumen, diidentifikasi calon TKW asal Dompu itu antara lain Ratu Tria, asal Desa Bada Dompu, Siti Nur, Dusun Tolo Kalo Kempo, Nurmala asal Dusun Temba Mbojo asal Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Sedangkan Much diketahui adalah Pelaksana Lapangan (PL).

Oleh anggota Kodim, LJ kemudian dimintai keterangan awal. Menurut LJ, keempat TKI itu dititipkan oknum anggota polisi saat berada di luar pintu masuk LIA. “Namun LJ mengaku tidak mengenalnya dan hanya disuruh mengarahkan saja,” kata Danrem.

Atas temuan itu, Anggota Kodim berkoordinasi dengan petugas BP3TKI, Made Suarjana dan L. Muhammad. Selanjutnya keempat calon TKI itu dimintai keterangan. Berdasarakn keterangan salah satu calon TKW, Siti Nur, mengaku akan diberangkatkan ke Malaysia melalui Batam. Diakui juga ke tiga perempuan itu didoktrin agar mengaku pergi ke Batam mengunjungi keluarganya, padahal sebenarnya mereka akan menemui seseorang di Batam dan kemudian akan dipekerjakan ke luar negeri.

Sedangkan Muc berkelit, bahwa yang dibawanya itu adalah saudaranya.

Sampai saat ini ke empat orang tersebut masih dalam pemeriksaan oleh BP3TKI dibantu anggota Unit Intel Kodim 1620/Lombok Tengah. (*)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat