in

Jutaan Pengangguran Mengancam Indonesia

workshop jurnalis yang digelar AJI Kota Mataram (kicknews.today)
workshop jurnalis yang digelar AJI Kota Mataram (kicknews.today)
workshop jurnalis yang digelar AJI Kota Mataram (kicknews.today)

kicknews.today Mataram – Kebijakan pemerintah Malaysia yang tidak lagi akan menerima tenaga kerja asing di Negaranya, disinyalir akan menimbulkan dampak juga bagi Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat secara khusus.

Selama ini jumlah tenaga kerja yang dikirim oleh Indonesia ke Malaysia jumlahnya tidak sedikit. Setidaknya terdata 1,3 juta pekerja migran asal Indonesia kini masih berada di Malaysia. Angka itu belum termasuk pekerja yang masuk ke Malaysia tidak menggunakan jalur resmi pemerintah, yang diperkirakan berjumlah 2 kali lipatnya.

Informasi ini disampaikan Kasubdit Penempatan Direktorat Penempatan Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan RI I Nyoman Darmanta, saat menjadi nara sumber workshop Jurnalis meliput isu perburuhan dan buruh migran yang digelar AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Kota Mataram (9/4) di Mataram.

“Pemerintah Malaysia akan segera tidak lagi menerima tenaga kerja asing. Karena warga Malaysia protes setelah pemerintahnya memasukkan pekerja dari Bangladesh.” Ungkap Nyoman.

Bukan hanya tidak menerima pekerja baru, kebijakan ini juga tentunya akan berpeluang berujung pada dipulangkanya pekerja asing yang memang hingga saat ini masih berada di Malaysia. Artinya akan ada lebih dari 4 juta TKI dipulangkan ke tanah air, sekaligus tidak akan ada pengiriman lagi.

Pada kesempatan yang sama ketua AJI Kota Mataram Fitri Rachmawati menyebutkan permasalahan terkait TKI sangat kompleks dan mendasar. Di satu sisi permasalahan terkait ketenaga kerjaan di dalam negeri sendiri tidak kalah banyak dan kompleksnya. Sehingga harus ada yang mulai berbuat lebih serius untuk berfikir dan bekerja sesuai kapasitas, guna mengatasi kondisi ini.

“Permasalahan buruh ini kompleks dan mendasar. Bukan semata hanya buruh migran, tetapi masalah ketenaga kerjaan di dalam negeri saja masih banyak yang belum tertangani dengan baik”. Ungkap Fitri saat membuka workshop tersebut.