Pemkot Mataram Siap Perbanyak Aplikasi M-Fish

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan siap menduplikasi program aplikasi “online” hasil tangkapan nelayan melalui program “mobile fish” (M-Fish) agar semua nelayan bisa memiliki aplikasi tersebut.

“Kita akui, saat ini pihak provider dalam hal ini PT XL Axiata baru memberikan 265 unit perangkat dan aplikasi itu kepada nelayan, sementara di Mataram terdapat sekitar 1.500 orang nelayan,” kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana seusai meluncurkan aplikasi “online” hasil tangkapan di perkampungan nelayan Lingkungan Mapak Indah, Kota Mataram, Kamis (7/4).

Ia menilai, untuk menduplikasi program tersebut dengan menyediakan berbagai perangkat dan jaringan yang disediakan oleh provider tidaklah terlalu sulit.

“Tidak masalah kita sediakan perangkatnya, karena kita tinggal mengkaji anggaran yang dibutuhkan, serta kesiapan pihak provider sebagai penyedia layanan jaringan,” katanya.

Namun demikian, lanjut Mohan, hal yang terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah melakukan pengawasan kepada para penerima bantuan untuk melihat sejauh mana efektivitas pemanfaatkan layanan tersebut.

Di samping itu, dalam rentan uji coba ini, pihak Dinas Pertanian Kelautan Perikanan (DPKP), juga penting melakukan evaluasi terhadap komitmen para nelayan.

“Komitmen ini penting untuk mengukur sejauh mana kemanfaatan dan kebutuhan aplikasi tersebut bagi para nelayan,” ujarnya.

Di sisi lain, kesiapan provider juga sangat mempengaruhi ketika pemerintah akan menduplikat program itu, karena provider bertanggung jawab juga dalam memberikan pelatihan kepada nelayan untuk menggunakan aplikasi itu.

“Seperti yang kita ketahui, SDM nelayan tentu berbeda-beda karenanya dibutuhan pelatihan, pembinaan dan pendampingan agar nelayan mampu mengoperasionalkan aplikasi M-Fish tersebut,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan (DPKP) Kota Mataram H Mutawalli sebelumnya berharap agar program M-Fish ini dapat diberikan minimal kepada 50 persen nelayan di kota ini.

“Nelayan di Mataram saat ini tercatat 1.500 orang, sementara yang memiliki aplikasi M-Fish sebanyak 265 orang,” katanya.

Program M-Fish ini merupakan program baru yang dimulai di Kota Mataram pada awal tahun 2015 dilaksanakan oleh PT XL Axiata.

Menurutnya, beberapa manfaat aplikasi tersebut adalah nelayan bisa dengan mudah mendeteksi cuaca, prediksi cuaca yang aktif selama 24 jam dan berubah sesuai dengan kondisi cuaca per satu jam, tinggi gelombang, dan arah angin.

Dengan M-Fish nelayan bisa mendeteksi titk-titik yang memiliki potensi ikan banyak, menjadi sistem keamanan jika terjadi sesuatu menimpa nelayan di tengah laut.

“Apabila nelayan dalam kondisi darurat, bisa langsung menghubungi pemerintah daerah atau siapa pun selama nelayan berada di bawah perairan tiga mil,” katanya.

Selain itu, nelayan juga dengan mudah mengetahui harga pasaran berbagai jenis ikan dan hasil tangkap lainnya ketika dijual ke pengepul,sehingga nelayan tidak mudah dimainkan oleh para pengepul terhadap harga ikan.

Mutawalli mengatakan, selama menggunakan M-Fish nelayan Kota Mataram dinilai berhasil, terbukti dua orang nelayan asal Bintaro yakni Bahrim ddan Sayiful Bahri telah dipanggil Presiden Joko Widodo untuk mempresentasikan cara menggunakan aplikasi tersebut.

“Kini program tersebut sudah diduplikasi oleh beberapa daerah antara lain Yogyakarta, Madura, dan Cirebon,” sebutnya.

Keberhasilan lainya dapat dilihat dari, hasil tangkapan juga meningkat dengan rata-rata 50 kilogram – 100 kilogram per orang per hari dengan lama melaut lima jam sampai tujuh jam di laut. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat