Pembangunan Gedung Evakuasi Bencana Mataram Terancam GAGAL

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram H Supardi mengatakan, rencana pembangunan gedung evakuasi bencana di daerah ini terancam batal, karena sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari rencana tersebut.

“Sejak direncanakan tahun 2014 hingga kini kabar rencana pembangunan gedung evakuasi bencana belum ada tindak lanjut. Kemungkinan batal,” katanya kepada wartawan di Mataram, Kamis (7/4).

Supardi mengaku pesimistis gedung itu akan terbagun dalam tahun ini atau tahun depan, karena dari koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga belum memberikan informasi tindak lanjut rencana itu.

Di sisi lain, Supardi juga pesimistis sebab jika dilihat rencana lokasi pembangunan di pinggir pantai yakni di kawasan Bagek Kembar, Kecamatan Sekarbela, dianggap kurang ideal.

Apalagi gedung evakuasi ini dihajatkan untuk evakuasi bencana tsunami, yang semestinya jarak pembangunan gedung harus lebih jauh dari pantai.

“Jika melihat lokasi perencanaan kurang ideal, sebab dekat dengan pantai. Mestinya, kalau di Mataram idealnya dibangun di Lapangan Umum Mataram,” sebutnya.

Karena itu, lanjutnya, pembangunan gedung evakuasi ini masih membutuhkan kajian lebih maksimal, termasuk kajian dengan suku, ras dan kecepatan angin di pantai yang rata-rata mencapai 50 kilometer per jam.

“Belum lagi potensi tsunami, gempa termasuk kajian terhadap kekuatan dan ketahanan bangunan perlu dilakukan secara maksimal,” katanya.

Meski demikian, mantan Kepala Dinas Tata Kota ini mengakui, Kota Mataram membutuhkan gedung evakuasi sebagai tanggap darurat dan antisipasi penanggulangan bencana terutama di kawasan pesisir Pantai Ampenan yang merupakan lokasi rawan bencana gelombang pasang.

“Jika kita sudah memiliki gedung evakuasi, begitu terdeteksi akan terjadinya bencana, kita dapat segera melakukan evakuasi terhadap warga. Mereka akan dipulangkan setelah kondisi aman,” katanya.

Selain itu, katanya, keberadaan gedung evakuasi tersebut sangat penting mengingat, Kota Mataram merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota di NTB yang memiliki enam jenis bencana dari 10 jenis bencana yang kerap terjadi di NTB.

Selain gempa disertai tsunami, kata dia, bencana lainnya yang mengancam wilayah Kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi NTB adalah bencana banjir, kebakaran permukiman, gelombang pantai dan abrasi serta rawan konflik sosial.

Oleh karena itu upaya antisipasi terus dilakukan agar masyarakat siap dan tetap waspada terhadap bencana. Termasuk antisipasi untuk anggaran penanganan kebencanaan.

“Apalagi saat ini sudah musim hujan masih terjadi yang artinya berbagai potensi bercana dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Namun kita tetap berdoa Kota Mataram bisa terhindar dari bencana,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat