Dishubkominfo-Organda Mataram Sepakat Turunkan Tarif Angkot

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram H Khalid mengatakan, pihaknya telah menyepakati penuran tarif angkutan kota seiring terjadinya penurunan harga bahan bakar minyak per 1 April 2016.

“Kami bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Mataram sudah bersepakat menurunkan tarif angkutan kota (angkot) sebesar 500 rupiah,” katanya kepada wartawan di Mataram, Kamis (7/4).

Ia mengatakan, dengan penurunan tarif tersebut maka tarif angkot saat ini menjadi Rp4.500 per penumpang umum dari Rp5.000 dan Rp3.150 untuk penumpang dari kalangan pelajar dari Rp3.500.

Kesepakatan itu sudah disahkan dalam sebuah berita acara sekaligus sebagai bahan pengajuan perubahan peraturan wali kota (perwal) tentang perubahan tarif angkutan umum.

“Draf perwal perubahan tarif itu saat ini sudah kami kirim ke wali kota, dan kita tinggal menunggu dikeluarkan,” katanya.

Menurutnya, sebelum perwal tersebut dikeluarkan, para sopir angkot saat ini diakui masih menggunakan tarif lama yakni Rp5.000 per penumpang dengan jarak jauh dekat.

“Tetapi kami optimistis setelah perwal keluar, semua sopir angkot akan menggunakan tarif baru,” katanya.

Perubahan tarif ini tentunya akan disosialisasikan juga kepada para sopir angkot melalui Organda, agar tidak merugikan penumpang.

“Jadi, sebelum perwal turun kami masih memberikan toleransi kepada para sopir menggunakan tarif lama,” ujarnya.

Salah seorang sopir angkot Zuhri saat diminta konfirmasi terhadap penurunan tarif angkot, terkesan kurang setuju, karena berbagai onderdil tidak mengalami penurunan.

“Sebaiknya, tarif ini ditetapkan saja sebab harga onderdil juga tidak berubah. Kami juga khawatir dengan harga BBM yang turun-naik dan siapa tahu setelah kita turunkan, BBM naik lagi, ” katanya.

Karena itu, penurunan BBM yang dinilai tidak signifikan sebaiknya tidak merubah tarif angkot, agar tidak terjadi perubahan tarif berulang-ulang.

“Meskipun BBM turun-naik, tarif tetap aja jangan ikut turun-naik, tetapi kalau sudah ada aturannya mau tidak mau ya kita harus ikut,” ucapnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat