Dishubkominfo Mataram Bentuk Pengelola Parkir Tempat Khusus

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan membentuk badan pengelola parkir di kawasan tempat parkir khusus agar tarif bisa disesuaikan dengan peraturan daerah.

Kepala Bidang Operasi Pengendalian Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Jumat, mengatakan keberadaan badan pengelola parkir di kawasan tempat parkir khusus penting sebagai wadah pengawasan dan pembinaan.

“Laporan yang kami terima petugas di tempat parkir khusus memungut tarif parkir sebesar Rp2.000 untuk roda dua dan Rp5.000 untuk roda empat,” katanya.

Pungutan biaya parkir itu dianggap menyalahi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2015 tentang Pengelolaan Parkir, yang salah satunya menetapkan tarif parkir untuk roda dua Rp1.000 sedangkan roda empat Rp2.000.

Mahfuddin menyebutkan, titik-titik yang menjadi tempat parkir khusus itu antara lain sejumlah taman-taman kota yang menjadi objek wisata masyarakat.

Seperti di Pantai Ampenan, Pantai Gading, Taman Loang Baloq dan Taman Selagalas. Temuan, kenaikan tarif parkir baru dilaporkan pada dua titik yakni di Pantai Ampenan dan Pantai Gading.

“Laporan masyarakat ini tentu akan menjadi atensi kita untuk melakukan pembinaan dan mengintrogasi petugas parkir di lokasi tersebut,” katanya.

Semestinya, kata dia, jika pengelola parkir ingin menaikkan tarif parkir dengan tarif lebih mahal dari ketetapan yang berlalu, harus berdasarkan persetujuan dari pemerintah.

Dengan terlebih dahulu mengajukan usulan kenaikan tarif parkir serta menyampaikan alasan dan kenaikannya, karena kenaikan tarif parkir harus seimbang dengan fasilitas pada lokasi parkir.

Misalnya, fasilitas dan pelayanan di areal parkir harus nyaman, pintu keluar-masuk jelas, petugasnya juga harus sigap, serta keamanannya dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau pelayanannya begitu-begitu saja seperti parkir pinggir jalan, tarifnya harus tetap mengacu pada perda,” katanya.

Terkait dengan itu, Mahfuddin, segera akan melakukan pengecekan tarif parkir pada sejumlah tempat parkir khusus, dan mendorong mereka untuk membentuk sebuah badan pengelola parkir.

Apalagi, tempat parkir khusus ini memiliki potensi retribusi parkir yang cukup potensial untuk mendongkrak peningkatan pendapatan daerah.

“Jika sudah ada badan pengelola parkirnya kami bisa dengan mudah mengontrol pengenaan tarif parkir para titik-titik tersebut dan kemungkinan naiknya tarif parkir ini karena tidak ada badan pengelola parkir,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat