Temukan Kecurangan, Dikpora Diminta Tingkatkan Pengawasan UN

ilustrasi lembar jawaban
ilustrasi lembar jawaban

kicknews.today Mataram – Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), meningkatkan pengawasan saat pelaksanaan ujian nasional.

“Tujuannya, agar tidak terjadi kecurangan yang bisa merugikan siswa, seperti beredarnya kunci jawaban,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (6/4).

Hal itu disampaikan wakil wali kota menyikapi adanya temuan indikasi kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA/sederajat dengan beredarnya kunci jawaban yang ditemukan oleh tim dari Ombudsman RI Perwakilan NTB di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Asisten Bidang Laporan Ombudsman RI Perwakilan NTB Sahabudin, Selasa (5/4), melihat adanya pihak-pihak yang diduga menyebarkan lembar kunci jawaban UN dalam dua hari pelaksanaa UN.

Informasi tersebut didapatkan sejak hari Sabtu (2/4) lalu dan dari beberapa siswa yang ada di kabupaten/kota melakukan urunan membayar Rp200 ribu untuk membeli paket kunci jawaban UN.

“Kami melihat adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan ingin mengganggu pelaksanaan UN dengan cara menyebarkan lembar-lembar kunci jawaban,” kata Sahabudin.

Sehubungan dengan itu, Mohan berharap ke depan, pihak-pihak terkait dapat melakukan pengawasan lebih seksama sehingga peluang untuk beredarannya kunci jawaban tersebut bisa diatasi di Kota Mataram.

“Kasihan anak-anak kita yang saat ini juga menggunakan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK), harus terbebani dengan berbagai isu kunci jawaban,” katanya.

Mohan menilai, berbagai isu yang beredar tentang kunci jawaban itu dapat berdampak pada psikologis peserta UN, meskipun mereka tidak berniat melakukan kecurangan itu tetapi tetap terbebani dengan isu yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Di sisi lain, wakil wali kota berharap kepada semua peserta UN saat ini agar dapat mengdepankan kepercayaan diri sendiri.

“Apalagi siswa sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi UN ini, karenanya siswa harus percaya diri jangan percaya dengan isu-isu peredaran kunci jawaban,” katanya.

Data Dikpora Kota Mataram menyebutkan, jumlah peserta UN tingkat SMA/sederajat tahun pelajaran 2015/2016 tercatat sebanyak 7.061 siswa pada 11 rayon dengan menggunakan 379 ruang kelas dan melibatkan 616 pengawas. UN telah dilaksanakan mulai 4 April dan berakhir pada 7 April 2016. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat