Kejati Tahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Rumput Laut

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat akhirnya menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek budidaya rumput laut yang berlokasi di Pondok Perasi, Kota Mataram.

“Pekan lalu sudah dua tersangka yang ditahan, hari ini pemilik CV Tanjung Pratama berinisial RU. Jadi, sudah tiga tersangka ditahan,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB I Made Sutapa di Mataram, Kamis (7/4).

RU datang ke Kejati NTB sekitar pukul 09.00 WITA, bersama dengan pengacaranya, Edy Rahman, dan langsung digiring menuju Kejari Mataram dengan pendampingan dari jaksa penyidik Marulloh, untuk menjalani proses penyerahan secara administrasi.

“Karena kasus ini berada di wilayah Mataram, jadi untuk langkah selanjutnya akan ditentukan oleh Kejari Mataram,” ujarnya.

Setelah dua jam diperiksa, sekitar pukul 11.00 WITA, RU keluar dari ruangan dan langsung digiring menuju kendaraan tahanan Kejari Mataram untuk dititipkan hingga 20 hari ke depan di Lapas Mataram.

“Terhitung sejak penahanannya hari ini, Rabu (7/4), RU resmi menjadi tahanan titipan di Lapas Mataram,” ucapnya.

Selanjutnya, dua tersangka yang lebih dulu ditahan, yakni mantan Kepala BPBD Kota Mataram berinisial MH dan KH, oknum yang disebut meminjam bendera perusahaan milik RU, yakni CV Tanjung Pratama, untuk menggarap proyek tersebut.

Kasus yang masuk tahun 2013 ke meja Kejati NTB itu, dilaporkan karena mencuat adanya dugaan penggelembungan dana atau “mark-up” dalam perencanaan anggarannya.

Kemudian setelah melewati proses penanganan yang cukup panjang, salah satu tunggakan kasus Kejati NTB itu beberapa waktu lalu dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa peneliti.

Usai dinyatakan lengkap, tim penyidik jaksa selanjutnya melimpahkan berkas perkara milik tiga tersangka ke Kejari Mataram bersama dengan tersangka dan seluruh alat bukti.

“Semua alat bukti kita serahkan, termasuk rilis tim audit BPKP Perwakilan NTB yang mengindikasikan ada kerugian negara, nilainya mencapai Rp428 juta,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan penuntut umum yang akan mengawal persidangan tiga tersangka di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Mataram, Sutapa mengatakan itu sudah menjadi kewenangan Kejari Mataram.

“Jadi untuk penunjukan penuntut umum di persidangan, langsung di bawah wewenang Kejari Mataram, karena berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke sana,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat