Tim “Cyber Crime” Tangani Laporan Dirut PDAM Giri Menang

PDAM Giri Menang Mataram
PDAM Giri Menang Mataram

kicknews.today Mataram – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat melalui tim “cyber crime” Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) saat ini sedang menangani laporan dari Direktur Utama Perusahaan Daearh Air Minum (PDAM) Giri Menang-Mataram.

Kasubdit II Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie di Mataram, Rabu membenarkan bahwa laporan yang disampaikan L Ahmad Zaini itu saat ini sudah masuk tahap penyelidikan atas dasar dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik.

“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan, jika ada indikasi yang memenuhi unsur pidananya, kita lanjutkan,” kata Darsono.

Diketahui, pihak yang dilaporkan dalam dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik tersebut yakni Ketua Koordinator Lembaga Missing Reclasseering Republik Indonesia (LMRRI) Perwakilan NTB Sahban.

Sahban dilaporkan atas tuduhan yang pernah dia layangkan ke meja Kejaksaan Tinggi NTB, terkait dugaan tindak pidana korupsi atas pengunaan dana pinjaman yang diterima PDAM Giri Menang-Mataram senilai Rp45 miliar dari hasil sindikasi Bank Kalimantan Selatan, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan BPD NTB di akhir tahun 2014.

Sehubungan hal tersebut, Sahban yang ditemui wartawan mengakui bahwa dirinya sudah pernah dipanggil dan dimintai keterangan oleh tim “cyber crime” Subdit II Ditreskrimsus Polda NTB.

“Sejak Senin (5/4) saya sudah mendatangi penyelidik untuk memenuhi panggilan sebagai terlapor,” kata Sahban.

Menurutnya, laporan terkait pemerasan yang dituduhkan kepadanya tidak benar. Melainkan, Sahban mempersilahkan kepada penyelidik untuk memeriksa rekening tabungan pribadinya jika benar telah melakukan pemerasan kepada Dirut PDAM Giri Menang-Mataram.

“Silahkan cek rekening pribadi saya. Kalau ada masuk uang dari Zaini, silahkan tunjukan ke saya,” ucapnya.

Kemudian terkait dengan pencemaran nama baik Zaini, atas laporan dugaan korupsi yang dilayangkan ke meja Kejati NTB, Sahban tidak menghiraukan hal tersebut.

Melainkan, ia meyakini bahwa laporan yang dilayangkan ke meja Kejati NTB itu berdasarkan data valid yang sudah dikantonginya. “Silahkan saja dilaporkan, saya tidak mungkin lah melaporkan kalau tidak punya bukti,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat