Dinsosnakertrans Mataram Bubarkan Kegiatan “Job Fair”

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membubarkan kegiatan “job fair” atau bursa kerja yang dilaksanakan salah satu perusahaan swasta di daerah ini karena dinilai melanggar aturan.

Pembubaran itu dilakukan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Mataram H Ahsanul Khalik bersama pegawai pengawasan tenaga kerja Kota Mataram dan pengawas tenaga kerja Provinsi NTB, di Mataram, Rabu (6/4).

Pembubaran kegiatan bursa kerja yang dilaksanakan di Hotel Lombok Raya tersebut dilakukan dengan meminta semua peserta dan para pencari kerja ke luar dari ruangan bursa kerja dan kegiatan ditutup sementara.

Pengawas tenaga kerja Provinsi NTB Hj Nina mengatakan, pembuabaran kegiatan bursa kerja ini karena pelaksana melanggar aturan dengan dua kesalahan.

“Pertama melaksanakan kegiatan tanpa mengantongi surat rekomendasi dari Dinsosnakertrnas, kedua mereka melakukan pungutan kepada setiap pencari kerja yang datang,” sebutnya.

Harusnya, kata dia, para pencari kerja tidak boleh dipungut biaya apapun, sesuai dengan edaran Kementerian Tenaga Kerja Nomor 11 tahun 2015 tentang larangan adanya pungutan biaya terhadap pelaksanakan “job fair” kepada para pencari kerja.

Karena itu, pihak pengawas tenaga kerja dan Kepala Dinsosnakertrnas Kota Mataram H Ahsanul Khalik meminta agar pelaksana segera mengurus rekomendasi dan setelah itu barulah mereka diperbolehkan membuka kembali kegiatannya dengan catatan tidak ada pungutan apapun dari pencari kerja.

“Jadi kegiatan ini kita tutup sementara sampai adanya surat rekomendasi dari kami, dan mereka boleh buka asalkan pencari kerja bisa datang dan mencari kerja dengan gratis,” kata pria yang sering disapa Khalik.

Untuk memastikan apakah pihak pelaksana benar-benar mengindahkan teguran yang diberikan, Dinsosnakertrans juga akan menyiagakan tim pengawasan tenaga kerjanya termasuk pengawas dari Provinsi NTB di lokasi tersebut.

Sementara koordinator pelaksana “job fair” Tedi yang dikomfirmasi mengatakan bersedia menutup sementara kegiatan bursa kerja yang akan diselenggarakannya selama dua hari itu.

“Kami akan segera mengurus rekomendasi ke Dinsosnakertrans, dan kami sepakat akan memberikan pencari kerja masuk secara gratis,” katanya.

Tedi tidak menampik bahwa dirinya telah melanggar aturan main dalam penyelenggaran itu, dan dia juga mengaku belum pernah melakukan koordinasi dengan pihak Dinsosnakertrans setempat.

Tedi menyebutkan, dalam kegiatan ini pihaknya menarik biaya sebesar Rp25 ribu per satu pencari kerja, dengan melibatkan sekitar 15 perusahaan swasta di daerah ini.

“Dari 15 perusahaan itu, setiap perusahaan memiliki minimal 10 lowongan kerja,” katanya.

Sebagai bentuk komitmennya atas kesalahan yang dibuat, pihak pelaksana juga akan mengembalikan biaya yang telah dibayarkan oleh pencari kerja, jumlahnya sudah mencapai sekitar 40 hingga 50 orang pencari kerja. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat